BATAM TERKINI

Malaysia Disebut Negara Transit, Negara Ini Diduga Penghasil Sabu yang Kerap Masuk Batam

Sejak Januari hingga Agustus 2019 sedikitnya 100 kasus narkoba sudah ditangani Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri. Diduga negara ini produsennya

Malaysia Disebut Negara Transit, Negara Ini Diduga Penghasil Sabu yang Kerap Masuk Batam
TRIBUNBATAM.id/Eko Setiawan
Pengungkapan sabu sebanyak 38,66 kilogram oleh Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort (Satresnarkoba Polresta) Barelang Kota Batam. Foto 1 

TRIBUBATAM.id, BATAM – Para penyelundup narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui Batam kerap tertangkap tangan oleh aparat.

Bahkan, sejak Januari hingga Agustus 2019 sedikitnya 100 kasus narkoba sudah ditangani Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Pol K Yani Sudarto mengatakan, untuk meningkatkan pengawasan kedua Negara, baik Indonesia maupun Malaysia sudah menjalin hubungan bilateral kedua Negara.

“Jadi, baik oleh kami maupun PDRM (Polis Diraja Malaysia) sudah menjalin hubungan bilateral. Untuk membahas isu dan penanggulangan peredaran gelap narkotika,” kata Kepri Kombes Pol K Yani Sudarto, Selasa (13/8/2019).

Sebenarnya, kata Kepri Kombes Pol K Yani Sudarto, Malaysia juga dideteksi hanya sebagai negara transit sebelum barang haram itu dikirim ke Indonesia.

Suka Duka Kasat Resnarkoba Polresta Barelang Ungkap Kasus Sabu 38,66 Kg Bikin Haru

Ungkap Sabu 38,66 Kg, Suka Duka Kasat Resnarkoba Polresta Barelang Ungkap Kasus Ini Bikin Haru

Bukan rahasia lagi, perairan Selat Malaka yang membentang di antara Kepri dan Malaysia kerap digunakan sebagai jalur untuk memasukkan narkoba.

Oleh para pelaku, dan dalam rapat bilateral, baik PDRM dan Polri mendeteksi Negara produsen atau pemain yang memproduksi barang haram itu, berasal dari Negara Myanmar.

“Dulu kan Cina. Sekarang Cina sudah ketat. Malaysia juga ketat soal ini. Sekarang disuplay dari Myanmar. Dari Myanmar ke Cina. Terus sekarang karena pemerintah Cina juga ketat, malah Myanmar sekarang sebagai produsen. Jadi pabrik itu ada di Myanmar,” tambah Yani.

Seperti diketahui, Negara Myanmar atau Burma ini masih masuk wilayah Asia Tenggara.

Bila dilihat dari peta dunia,Myanmar berbatasan dengan India dan Bangladesh di sebelah barat, Thailand dan Laos di sebelah timur dan China di sebelah utara dan timur laut.

Negara seluas 676.578 km ini, dideteksi sebagai produsen narkoba terbesar di Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). (Tribunbatam.id/Leo Halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved