Stasiun Karantina Pertanian Karimun Ungkap Barang Pembawa Hama dari Luar Negeri Meningkat

Stasiun Karantina Kelas II Tanjungbalai Karimun mengungkap penanganan OPT/OPTK dan HM HPMK naik sekitar 70 persen.

Stasiun Karantina Pertanian Karimun Ungkap Barang Pembawa Hama dari Luar Negeri Meningkat
TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra
Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun memusnahkan sejumlah barang impor ilegal, Rabu (14/8/2019). Foto 1 
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Penahanan terhadap barang-barang ilegal yang dilakukan Stasiun Karantina Kelas II Tanjungbalai Karimun meningkat.
 
Barang-barang yang ditindak oleh Karantina berupa Organisme Pengganggu Tumbuhan/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPT/OPTK) dan Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HM HPHK).
 
Menurut Kepala Karantina Kelas II Tanjungbalai Karimun, drh Priyadi, dibandingkan periode sebelumnya kenaikan penanganan OPT/OPTK dan HM HPMK naik sekitar 70 persen.
 
"Sekarang ada 81 penanganan kita.
Sebelumnya hanya sekitar 50-an persen saja," kata Priyadi yang diwawancarai usai pemusnahan OPT/OPTK dan HM HPMK, Rabu (14/8/2019).
 
Sayangnya tidak ada tersangka yang ditemukan.
 
Sebab, para penyelundup meninggalkan barang-barang yang mereka bawa ketika petugas menemukannya.
 
"Tersangka tidak ada. Itu kesulitan kita," ungkap Priyadi.
 
Selain itu Stasiun Karantina Tanjungbalai Karimun juga delapan kali menolak barang-barang yang masuk ke Karimun.
 
Barang-barang tersebut umumnya dibawa oleh masyarakat yang tidak paham akan aturan Karantina.
 
"Kita tolak karena antararea. Ada sosis, daging ayam dan bawang," terang Priyadi.
 
Priyadi menjelaskan, tidak semua hasil pertanian dan daging hewan yang masuk ke Karimun ilegal.
Misalnya, barang-barang milik Bulog yang datang dari Batam dan Pekanbaru.
 
Barang-barang tersebut banyak yang masuk dari Pelabuhan Parit Rempak, Kecamatan Meral dan tersebar di pasar-pasar rakyat.
 
Komiditi terbanyak adalah daging sapi yang berasal dari India.
 
Kepada masyarakat yang ingin mengirimkan OPT/OPTK dan HM HPMK ke Karimun Priyadi mengharapkan kesadarannya untuk mengurus izin Karantina.
Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun memusnahkan sejumlah barang impor ilegal, Rabu (14/8/2019). Foto 2
Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun memusnahkan sejumlah barang impor ilegal, Rabu (14/8/2019). Foto 2 (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)
"Kalau kita sudah sertifikasi maka itu sehat dan halal.
Kita perlu antisipsi penyakit flu burung, mulut kuku dan antrax.
Di Karimun belum ada ditemukan makanya harapan kita tidak sampai masuk ke Karimun," papar Priyadi. (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)
 
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved