BATAM TERKINI

Status Kavling Teluk Lenggung Punggur Belum Jelas, Pembeli: Kami Berharap Ada Win-win Solution

Warga yang membeli kavling di Punggur dari PT Prima Makmur Batam berharap ada win win solution terkait status kavling yang dibelinya.

Status Kavling Teluk Lenggung Punggur Belum Jelas, Pembeli: Kami Berharap Ada Win-win Solution
TRIBUNBATAM.ID/LEO HALAWA
Tanah hutan lindung yang disulap PT Prima Makmur Batam dan dijadikan kavling pemukiman warga kini memunculkan masalah baru. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Agus, seorang warga yang membeli kavling di Punggur, Kecamatan Nongsa Batam dari PT Prima Makmur Batam berharap ada win win solution terkait status kavling yang dia beli dari perusahaan tersebut.

Sebab, selama ini konsumen yang membeli kavling di lokasi tersebut telah bersusah payah menabung dan bahkan mencicil pembayaran demi bisa memiliki lahan untuk dibangun tempat tinggal bersama keluarga mereka.

"Kita berharap ada solusi terbaik dari masalah ini. Ya kita menginginkan win win solution agar tidak ada pihak yang dirugikan," ungkapnya kepada Tribunbatam.id, Kamis (15/8/2019).

Jika memang lahan itu bisa diurus legalitasnya, kata dia, konsumen bersedia menunggu sampai adanya PL induk. Yang penting secara hukum ada kejelasan.

TERUNGKAP! Ini Alasan PT Prima Makmur Batam Jual Hutan Lindung Dipecah Jadi 4.000 Kavling

Beli Kavling Rp 15 Juta dan Diminta Rp 35 Juta Lagi Ternyata Lahan Masuk Hutan Lindung

Hutan Lindung Dijual Rp 40 Juta per Kavling, DPRD Batam Ancam Laporkan KPK

Saat ini, ada sebanyak 2.700 konsumen yang mengharapkan kejelasan terkait status lahan yang dijual PT Prima Makmur Batam.

Apalagi, saat membeli kavling tersebut, konsumen ditunjukkan site plan bertuliskan logo BP Batam yang dalam pikiran mereka memang secara legalitas sudah jelas.

"Jadi kami sangat berharap ada kejelasan secara hukum," harapnya.

Apalagi, persoalan status lahan ini sudah masuk pembahasan lewat rapat dengar pendapat (RDP) dengan anggota dewan yang melibatkan sejumlah pihak dan instansi terkait. (*)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved