Krisis Air Bersih di Anambas Belum Maksimal Ditangani Pemkab Anambas Picu Pencurian Air

Krisis air bersih di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau mendatangkan masalah baru. Aksi pencurian air bersih kembali mencuat lagi belakangan.

Krisis Air Bersih di Anambas Belum Maksimal Ditangani Pemkab Anambas Picu Pencurian Air
TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman
Krisis air di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau membuat warga harus mengantre dengan menjejerkan jerigen di dekat bak penampungan air sehingga bisa mendapatkan air bersih. 
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Krisis air bersih yang yang dialami warga Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menambah persoalan baru.
Warga yang memiliki sumber air di tanah pribadinya kini harus berjaga lebih ekstra lagi.
Fokus perhatiannya tertuju pada pipa dari sumber air yang dibuat bercabang ke rumah warga untuk memperoleh air bersih. 
Urusannya pun semakin pelik antara hidup bertetangga dengan kebutuhan dasar.
Langkah tegas diambil oleh pemilik sumber air dengan memutus pipa yang dibuat bercabang tersebut.
Man (35) warga Kecamatan Siantan misalnya sudah menjadi korbannya.
Bapak satu orang anak ini harus menyusuri pipa air yang terpasang di bawah pelantar beton sepanjang beberapa kilometer untuk menemukan pipa air yang dibuat bercabang. 
Dia mulai curiga dengan kondisi air yang mengalir di kamar mandi rumahnya.
Pola air mulai tidak mengalir pada sore atau pagi hari.
Setelah dicek, ‎Man menemukan ada pipa lain yang terpasang di jalur pipa air miliknya.
"Sakit kalau harus menelusuri pipa air yang dicabang ini.
Lebih baik buat baru.
Lebih jelas lagi.
Maksudnya, kalau menelusuri ini belum tahu di mana lokasinya.
Jadi harus pelan-pelan," ujar Man kepada TRIBUNBATAM.id, Senin (19/8/2019) pagi. 
Jalur kekeluargaan akhirnya dipilih untuk menyelesaikan air yang diambil secara sepihak itu.
Kisah ambil mengambil air tanpa seizin ini memang bukan kali pertama dialaminya.
Dia pun memahami krisis air bersih yang sekarang dialami warga.
Di sisi lain, ada kebutuhan akan air bersih yang harus dia penuhi.
Menurut Man, kondisi air bersih pada tahun ini memang mengalami penurunan. 
Krisis air di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau membuat warga harus mengantre dengan menjejerkan jerigen di dekat bak penampungan air sehingga bisa mendapatkan air bersih.
Krisis air di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau membuat warga harus mengantre dengan menjejerkan jerigen di dekat bak penampungan air sehingga bisa mendapatkan air bersih. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)
 
"Air memang mengalir.
Tapi menetes saja.
Penuh kalau memang ditampung.
Mungkin karena memang kondisinya.
Kadang kurang enak juga dengan orang yang sudah bawa drum untuk mengisi air.
Air kita pun cukup-cukup untuk pakai saja," ungkap Man.
Persoalan air bersih di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri menjadi perhatian Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra.
Saat memberikan kata sambutan di Hari Kesadaran Nasional, Sabtu (17/8/2019), dia mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat menyampaikan kepada masyarakat soal air bersih ini. 
Berlokasi di halaman bekas Kantor Bupati di ‎Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, dia menyampaikan kalau upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan air bersih ini cukup intens dan serius.
Tidak hanya di Anambas, beberapa daerah di Indonesia juga mengalami hal serupa. 
Sulitnya mencari air bersih mulai dirasakan warga selama satu bulan t‎erakhir.
Dua unit mobil bak terbuka berkapasitas 2 ton milik Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kepulauan Anambas dikerahkan untuk mengangkut air ‎bersih.
Satu unit mobil minimal 5 kali mengantar air dari sumber air warga ke ‎bak penampungan air yang telah dipersiapkan.
Setidaknya ada 6 titik bak penampungan diletakkan.
Empat titik ditempatkan di daerah Tanjung, Kecamatan Siantan.
Kemudian 2 titik lainnya diletakkan di daerah Teluk yakni Jalan Raden Saleh, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas. 
Warga mengantre untuk mendapatkan air bersih di Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. Tribun/istimewa.
Warga mengantre untuk mendapatkan air bersih di Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. Tribun/istimewa. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)
Di Pulau Siantan, setidaknya ada 4 sumber air untuk memenuhi kebutuhan warga.
Ada sumber air dari Gunung Samak, Gunung Meranti, Batu Tabir dan Gunung Lintang. 
"Tidak hanya daerah kita saja yang mengalaminya.
Karena ini adalah musimnya.
Bahkan Bogor yang notabene kota hujan pun mengalami krisis air bersih sama seperti di daerah kita ini," ujar Wan melalui keterangan yang diterima TRIBUNBATAM.id,Minggu (18/8/2019) pagi. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved