HEADLINE TRIBUN BATAM
Paska Serangan ke Polsek Wonokromo: Tangkap Siapa pun yang Terlibat
Kondisi kesehatan Aiptu Agus Sumarsono, anggota Polsek Wonokromo Surabaya, korban penyerangan terduga teroris terus membaik, Minggu (18/8).
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kondisi kesehatan Aiptu Agus Sumarsono, anggota Polsek Wonokromo Surabaya, korban penyerangan terduga teroris terus membaik, Minggu (18/8). Hari Sabtu (17/8), Agus sempat menjalani operasi selama 5 jam.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, mengatakan, korban menjalani operasi penutupan luka selama 5 jam sejak Sabtu (17/8) pukul 20.00 WIB hingga Minggu (18/8) dini hari pukul 01.00 WIB.
"Korban sempat dirawat di Rumah Sakit RKZ Surabaya lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim," terangnya, Minggu (18/8) malam.
Usai operasi, lanjut Barung, kondisi Aiptu Agus Sumarsono terus membaik. "Responnya bagus, namun belum bisa bicara karena luka di bagian pipi masih baru ditutup," jelasnya.
Aiptu Agus Sumarsono menjadi korban serangan membabi buta terduga teroris berinisial IM (30), pada Sabtu sore di SPKT Polsek Wonokromo. Pelaku semula berpura-pura akan melapor, namun tiba-tiba menyerang dengan senjata tajam.
Agus Sumarsono lantas berteriak meminta tolong rekannya dan pelaku pun dapat dilumpuhkan. Atas serangan tersebut, Aiptu Agus Sumarsono mengalami luka di bagian tangan, kepala bagian belakang, dan pipi kiri.
• Pasca Penyerangan Kantor Polsek Wonokromo, Kapolres Bintan: Siaga Pengamanan dan Waspada
• Video Detik-detik Aiptu Agus Sumarsono Diserang Orang Diduga Simpatisan ISIS di Polsek Wonokromo
• Identitas Penyerang Anggota Polisi di Polsek Wonokromo Terungkap, Ditemukan Senjata dan Lambang ISIS
Sementara, Briptu Febian yang ikut melumpuhkan pelaku mengalami luka lebam di wajahnya. Polisi mengamankan tas pelaku penyerangan tersebut. Dalam tas pelaku, polisi menemukan sejumlah benda, seperti senjata tajam, ketapel dengan peluru kelereng, air soft gun, makanan, dan kertas yang dipenuhi banyak logo ISIS.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan IM (30), tersangka kasus penyerangan polisi di Polsek Wonokromo, Jawa Timur terkena self radicalization. Pelaku menurut Tito terkena paparan paham radikal melalui materi yang didaptkan sendiri melalui internet.
"Sementara info saya dapat dari Densus 88 maupun Polda Jatim, tersangka ini terkena self radicalism, radikalisasi diri sendiri karena lihat online, dari gadget internet," ujar Tito di kediaman Ketua DPD, Oesman Sapta Odang Jalan Karang Asem, Setiabudi, Jakarta, Minggu, (18/8).
Pelaku yang kini diperiksa di Densus 88, mengikuti kajian radikal yang ia dapatkan melalui media online. Kajian yang diikutinya itu memunculkan pemahaman jihad dengan menyerang polisi karena dianggap kafir harbi.
"Karena (polisi) sering lakukan penegakan hukum kepada mereka sehingga bagi dia melakukan serangan kepada kepolisian bisa dapat pahala menurut versi yang bersangkutan," ujarnya.
Menyusul kejadian di Polsek Wonokromo, lanjut Kapolri, pihaknya akan mengevaluasi sistem keamanan di setiap kantor polisi, baik itu ditingkatkan Polsek, Polres, maupun Polda.
Evaluasi dilakukan setelah adanya penyerangan di Polsek Wonokromo, Jawa Timur oleh tersangka terorisme berinisial IM.
"Kita evaluasi sistem keamanan Polres Polsek termasuk Polda, karena Polda Riau pernah diserang," kata Tito.
Tito mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk mengembangkan kasus penyerangan Polsek Wonokromo. Menurutnya siapapun yang terkait penyerangan anggota polisi tersebut akan diburu petugas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/headline-19-agustus-2019.jpg)