BATAM TERKINI

Tergiur Upah Rp 20 Juta, Herlina Simpan 970 Butir Ekstasi dalam Pembalut, Begini Nasibnya Kini

Tergiur upah Rp 20 juta Herlina nekat menyimpan pil ekstasi 970 butir di dalam pembalut. Begini dia sekarang.

Tergiur Upah Rp 20 Juta, Herlina Simpan 970 Butir Ekstasi dalam Pembalut, Begini Nasibnya Kini
TRIBUNBATAM.ID/LEO HALAWA
Herlina Binti Hamzah 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pengadilan Negeri Kelas IA Batam, memvonis Herlina Binti Hamzah bersalah. Herlina terbukti secara dan meyakinkan menyimpan pil ekstasi 970 butir di dalam pembalut.

"Untuk itu, terdakwa divonis 13 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan, apabila denda tidak dibayarkan," demikian Ketua Majelis Hakim Marta Napitupulu membacakan amar putusan pada persidangan Kamis (15/8) lalu.

Hakim menilai, terdakwa Herlina Binti Hamza telah terbukti bersalah menawarkan untuk menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman, yang beratnya melebihi 5 gram.

Dia dihukum karena melanggar pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsul Sitinjak. Yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara 15 tahun penjara.

Terhadap putusan itu, Herlina menyatakan menerimanya. Meski dalam keadaan menangis. Sedangkan JPU menyatakan pikir-pikir.

Akhir Tugas Kapolresta Barelang, Kombes Hengki Beri Pesan Khusus hingga Kado Tangkap 38 Kg Sabu

Pembawa Sabu 38,6 Kg Masuk Jaringan Internasional, Polisi Ungkap Kota Tujuan Pengiriman

Barang Pesan dari Luar, Begini Cara 3 Warga Binaan Edarkan Sabu dan Ekstasi dalam Lapas Batam

Dalam surat dakwaan JPU sebelumnya menjelaskan bahwa terdakwa Herlina binti Hamzah sebelumnya ditangkap oleh petugas AVSEC Bandar Udara Hang Nadim Batam ketika terdakwa sedang melewati pemeriksaan di mesin X-Ray dan mesin pemeriksaan badan (body).

Saat diperiksa, petugas melihat ada benda yang mencurigakan, dan langsung melakukan penggeledahan dan menemukan ekstasi di dalam softex yang sedang digunakan oleh terdakwa.

Untuk melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam, terdakwa kemudian dibawa ke kantor Bea dan Cukai Batam di Batu Ampar.

Setelah sampai di Kantor Bea dan Cukai Batu Ampar, Batam, petugas kembali menemukan beberapa bungkus ekstasi yang dikeluarkan terdakwa dari alat pribadinya.

Dari penangkapan ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis ekstasi sebanyak 970 butir dengan berat total 286,7 gram.

Menurut pengakuan terdakwa asal Lingga itu, barang haram tersebut ia bawa dari Malaysia, selanjutnya akan dibawa ke Palembang menggunakan pesawat.

Untuk membawa ekstasi itu, terdakwa mengaku mendapatkan upah sebesar Rp 20 juta dari Prabu (DPO) warga negara Malaysia selaku pemilik barang. (tribunbatam.id/leo halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved