Rusuh Manokwari, Najwa Shihab Cari Pace Papua Pelantun Lagu Bugis
Dengan fasih laiknya, orang Bugis, dia melantunkan lagu Mappoji Balo Lipa (cintamu hanya suka motif sarung).
TRIBUN - BATAM.ID, — Presenter dan jurnalis Najwa Shihab (41), Selasa (20/8/2019), mengungkap keprihatinannya atas konflik horizontal di Manokwari, Ibukota Papua Barat.
Setelah mengunggah foto bersama anak Papua dan membubuhinya dengan puisi empat bait, pukul 09.21 WIB, pendiri Narasi.TV, justru mencari pria (Pace) Papua, pelantun lagu Bugis, yang viral pasca-konflik berbau rasisme di Manokwari, Senin (19/8/2019) lalu.
Inisiatif mantan presenter program Mata Najwa di MetroTV ini, diungkapkan kepada Husain ‘Uceng” Abdullah, juru Bicara Istana Wakil Presiden.
“Tolong bantu, Nana (Najwa) ingin sekali mewawancarai Pace Balolipa itu,” kata Uceng kepada Tribun, petang tadi.
Putri mantan Menteri Agama RI Prof Dr Quraish Shihab ini, menghubungi Uceng, setelah mantan jurnalis RCTI itu, mengunggah klip video berdurasi 45 detik itu di akun Twitternya, @husainabdullah1, Rabu (19/8/2019) pukul 22.33 WIB.
Di video pendek itu, terlihat seorang Pace Papua, memetik gitar sambil merokok.
Dengan fasih laiknya, orang Bugis, dia melantunkan lagu Mappoji Balo Lipa (cintamu hanya suka motif sarung).
Hingga kemarin, video yang sudah viral sejak medio 2017 itu, sudah ditonton 3.801 kali.
Video viral itu diposting seorang netizen @arsal_dnw.
Dari informasi yang dihimpun Tribun, dari Jayapura, Papua, pria pelantun lagu Bugis itu, memang lahir di Papua, namun sudah lama tinggal di Pulau Sulawesi.
“Mukanya mirip-mirip, di Jayapura banyak seperti itu, saya coba tanya sama tetangga pemilik hotel asal Toraja ya,” kata Haji Kamil Aeni LC, warga Jayapura keturunan Maros, yang putra Haji Babba Syamsuddin Tumpa, Ketua Dewan Penasihat BPD Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Papua.
Haji Syamsuddin ini sudah menetap di ibu kota provinsi Papua itu sejak tahun 1967 lalu.
“KIta sejak awal di Irian Jaya, selalu hormat dan menganggap mereka saudara. Anak saya saudara saya, setiap hari bergaul sama mereka, kami saling menghormati dan nyaris tak pernah bersitegang. Ini tadi, ada empat kepala suku besar Papua yang datang ke rumah, untuk menyampaikan bahwa demo kemarin di Manokwari, Fakfak, Jayapura adalah murni solidaritas atas penghinaan rasis atas mahasiswa Papua di Jawa.” kata Babba, kepada Tribun.
• Rusuh di Manokwari, 4 Kepala Suku Besar Temui Sesepuh KKSS Papua
• Mahasiswa Papua di Batam Ketemu Walikota Batam Adalah Rumah Kami
• Rusuh di Manokwari Papua, Prabowo Perintahkan Kader Gerindra Damaikan Situasi
Hasil penelusuran Tribun di aplikasi instagram, juga mengkonfimasikan bahwa pria yang diperkirakan sudah berumur sekitar 43 tahun itu, kini bermukim di Tana Toraja.
Memang, selain urban asal Bugis, di Tanah Papua, juga banyak perantau asal Tana Toraja. Ada yang menyebut si Pace bernama “Yosep”, ada yang menyebutkan Kofe.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pacepapua_daeng.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/najwa_shihab_1.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/papua_wamena.jpg)