Breaking News:

Rudal Balistik Terbaru China Bisa Lumpuhkan Pangkalan AS di Wilayah Pasifik dalam Hitungan Jam

rudal ini disebut bisa melumpuhkan pangkalan militer Amerika Serikat dan armada laut di wilayah Pasifik Barat hanya dalam waktu beberapa jam saja.

Youtube/South China Morning Post
Tangkap layar Youtube: Rudal balistik terbaru China 

TRIBUNBATAM.id - Sebuah laporan yang dibuat oleh peneliti asal Australia telah mengejutkan banyak pihak.

Dalam laporan tersebut menuliskan jika konflik bersenjata dengan Amerika Serikat pecah, China dikabarkan akan mengeluarkan rudal balistik berteknologi tinggi.

Dilansir Asia One pada Senin (19/8), rudal ini disebut bisa melumpuhkan pangkalan militer Amerika Serikat dan armada laut di wilayah Pasifik Barat hanya dalam waktu beberapa jam saja.

Ini dikarenakan China telah membuat kemajuan teknologi yang cepat dan mempertajam kekuatannya.

Laporan tersebut mendesak sekutu AS dan regional seperti Australia dan Jepang untuk merombak investasi militer dan rencana penempatan mereka.

Jika tidak mereka akan menghadapi prospek "keunggulan militer" Amerika yang nantinya dirusak oleh kekuatan Asia.

Laporan setebal 104 halaman oleh Pusat Studi Amerika Serikat di University of Sydney menilai strategi, pengeluaran, dan aliansi militer AS di kawasan tersebut.

Pria Ini Rela Setir Mobil Sejauh 32 Ribu Km Demi Nikahi Gadis Pujaannya di Jerman, Ini Kisahnya

Oppo Bakal Luncurkan Hape Terbaru Reno 2, Reno 2Z dan Reno 2F, Simak Bocoran Harga & Spesifikasinya

Download Musik MP3 Lagu Didi Kempot Cidro di Android dan iPhone

Kisah Sukses Jeff Bezos Tak Lepas dari Pelajaran Berharga Sang Kakek

 

Ashley Townshend penulis laporan tentang rudal balistik baru milik China
ussc.edu.au, Ashley Townshend penulis laporan tentang rudal balistik baru milik China

Mengutip This Week in Asia, Penulis utama laporan tersebut Ashley Townshend mengatakan, perubahan keseimbangan kekuasaan di kawasan itu harus menjadi perhatian semua negara Asia.

Termasuk bagi mereka yang berusaha mempertahankan hubungan baik dengan kedua negara adidaya.

Karena hal itu merupakan kepentingan mereka untuk mencegah China dari menggunakan "kebijakan luar negeri agresif".

Halaman
123
Editor: Rio Batubara
Sumber: Suar.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved