BATAM TERKINI
Apa Beda Paspor Biasa dan e-Paspor? Simak Penjelasan Kantor Imigrasi Batam Berikut
Apa beda antara paspor biasa dengan e paspor? Begini penjelasan kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam.
Penulis: Dewi Haryati |
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Selain melayani pembuatan paspor biasa, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam juga melayani pembuatan paspor elektronik atau e-paspor.
Lantas, apa perbedaan diantara keduanya?
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto melalui Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Irwanto Suhaili mengatakan, e-paspor memiliki sejumlah kelebihan dibanding paspor biasa.
E-paspor dibekali dengan chip.
Chip ini menyimpan data biometri pemilik paspor.
Mulai biometri wajah, sidik jari, dan data pendukung lainnya. Standar di e-paspor ini juga sudah diakui International Civil Aviation Organisation (ICAO).
"E-paspor lebih komprehensif masalah keamanan. Ada pendeteksinya, chip. Jadi data-data pemegang paspor valid dan ok," kata Irwanto kepada Tribun, belum lama ini.
Sedangkan paspor biasa, tidak memiliki chip.
• BEGINI Cara Daftar Paspor Online di Batam Pakai Apapo, Download Aplikasi di Playstore
• Bikin Paspor di Batam Pakai Aplikasi Apapo, Lebih Mudah dan Aman, Ini Persyaratannya
• Warga Sebut Daftar Paspor Pakai WhatsApp Susah, Begini Trik dari Imigrasi Batam
Kelebihan lainnya, jika ingin bepergian ke negara Eropa dan Jepang, pemilik e-paspor cukup sekali bayar visa untuk keberangkatan pertamanya.
Berikutnya, dibebaskan bayar visa.
Hal ini tidak berlaku untuk paspor biasa. Meski begitu, antara keduanya, sama-sama memiliki masa berlaku lima tahun.
Dari soal harga, pembuatan e-paspor memang lebih mahal dibanding paspor biasa.
Pembuatan e-paspor dikenakan biaya Rp 650 ribu, sedangkan paspor biasa 48 halaman, hanya Rp 350 ribu. Sementara untuk paspor biasa 24 halaman, sudah ditiadakan sejak Juni lalu.
Dari segi peminat, Irwanto mengakui, hingga saat ini dominan masyarakat lebih suka membuat paspor biasa dibanding e-paspor. E-paspor belum populer di tengah-tengah masyarakat. Salah satu faktornya, dari sisi ekonomi.
"Kita memang mengarahkan untuk e-paspor, tapi masyarakat lebih cari yang termurah daripada mahal," ujarnya.
Peminat e-paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, biasanya dipakai para pebisnis. Atau mereka yang rutin bepergian ke negara Eropa dan Jepang. (tribunbatam.id/dewiharyati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/16082019kabid-teknologi-informasi-dan-komunikasi-keimigrasian-irwanto-suhaili.jpg)