CERITA MILITER
Mengungkap Den Harin, Penjaga Terakhir Soekarno, Pasukan Harimau Lebih 'Ganas' dari Kopassus
Siapa Sebenarnya Den Harin, Penjaga Terakhir Soekarno, Pasukan Harimau Lebih 'Ganas' dari Kopassus. Ternyata ada pasukan khusus yang lebih ditakuti da
Mengungkap Den Harin, Penjaga Terakhir Soekarno, Pasukan Harimau Lebih 'Ganas' dari Kopassus
TRIBUNBATAM.id - Ternyata ada pasukan khusus yang lebih ditakuti dari Kopassus.
Pasukan tersebut yakni Datasemen Harimau atau pasukan Den Harin.
Pasukan Den Harin ternyata sangat terkenal saat zaman Soekarno menjabat sebagai Presiden Indonesia saat itu.
Sebelumya, Presiden Soekarno lakukan proklamasi pada 17 Agustus 1945.
Namun hal ini sulit untuk dilihat oleh masyarakat.
Khususnya oleh rakyat Sulawesi Selatan karena masih jarang yang memiliki radio.
• Seleksi Berat Kopassus yang Bikin Ribuan Prajurit Tersingkir, Ada yang Protes & Menembak
• Mengenal Untung Pranoto, Anggota Kopassus Mantan Preman, Sudah 17 Kali Naik Pangkat
• Ada Internet Stroomnet dan Stroomnet TV dari PLN, Segini Harga Berlangganannya
• Awas! 6 Hewan Ini Sembunyi di Hutan & Pantai, Waspada Saat Berwisata ke Thailand
Oleh karena itu pasukan NICA dan KNIL yang sudah dibebaskan oleh pasukan Jepang dari tahanan memanfaatkan situasi minimnya informasi di Sulawesi Selatan itu untuk mengambil alih kekuasaan.
Pasukan NICA dan KNIl yang dengan cepat melakukan konsolidasi itu langsung memiliki pengaruh.
Sebab, didukung persenjataan hasil rampasan dari pasukan Jepang yang sudah menyerah kepada Sekutu.
Pada 24 September 1945, pasukan Sekutu (Australia-Belanda) mendarat di Makassar untuk melaksanakan misi pembebasan tawanan pasukan Belanda yang ditahan Jepang sekaligus melucuti persenjataan pasukan Jepang.
Pasukan Sekutu itu selain membawa pasukan Belanda juga membekali diri dengan “surat sakti”, yakni Perjanjian Postdam yang ditandatangani pada 26 Juli 1945.
Isi Perjanjian Postdam itu menyatakan bahwa “wilayah yang diduduki musuh” (occupied area) harus dikembalikan kepada penguasa semula.
Jika isi Perjanjian Postdam itu dikaitkan dengan Indonesia, berarti pasukan Jepang harus mengembalikan Indonesia kepada Belanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/25082019-penjaga-terakhir-soekarno.jpg)