PERSPEKTIF

Problematika Pembangunan Kabupaten Natuna di Perbatasan Indonesia

Problematika Pembangunan Kabupaten Natuna di Perbatasan Indonesia oleh Mahadiansar Mahasiswa Magister Universitas Brawijaya asal Kepri

Problematika Pembangunan Kabupaten Natuna di Perbatasan Indonesia
ist
Mahadiansar 

Problematika Pembangunan Kabupaten Natuna di Perbatasan Indonesia

Oleh :

Mahadiansar

Pemuda Kepulauan Riau / Mahasiswa Magister Administrasi Publik

Universitas Brawijaya

NATUNA merupakan kabupaten yang berada di Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari pulau-pulau terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan Malaysia, Vietnam, Filipina Thailand, Brunei Darussalam dan Tiongkok.

Natuna sebagai kawasan perbatasan mendapat perhatian serius seharusnya oleh pemerintah pusat untuk membangun 5 pilar pembangunan di kawasan tersebut, mulai dari Lingkungan Hidup, Infrastruktur, Perikanan, Pariwisata, dan Pertahanan.

Pertama Lingkungan Hidup, Natuna lebih dikenal dengan kekayaan gas alamnya dengan volume lebih dari 90 triliun kaki kubik dengan cadangan gas alam yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di kawasan Asia Pasifik dengan capaian volume 222 triliyun kaki kubik / Trillion Cubic Feet  (TCT), selain itu gas hidrokarbon yang bisa di tambang memenuhi angka 46 TCT.

Tentunya belum termaksud cadangan gas alam di natuna yang tidak di ketahui.Natuna tidak melulu soal gas saja, kawasan yang memiliki pantai yang sangat indah serta memiliki serahkan batu granit di salah satu pantai di desa sepempang kabupaten Natuna juga seharusnyabisa di jadikan salah satu sumber devisa sumber keuangan yang sangat dahsyat.

Natuna seharusnya dikelola secara serius baik oleh swasta maupun pemerintah setempat hendak menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar yang mensejahterakan masyarakat.

Halaman
123
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved