Sabtu, 25 April 2026

PERSPEKTIF

Problematika Pembangunan Kabupaten Natuna di Perbatasan Indonesia

Problematika Pembangunan Kabupaten Natuna di Perbatasan Indonesia oleh Mahadiansar Mahasiswa Magister Universitas Brawijaya asal Kepri

ist
Mahadiansar 

Problematika Pembangunan Kabupaten Natuna di Perbatasan Indonesia

Oleh :

Mahadiansar

Pemuda Kepulauan Riau / Mahasiswa Magister Administrasi Publik

Universitas Brawijaya

NATUNA merupakan kabupaten yang berada di Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari pulau-pulau terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan Malaysia, Vietnam, Filipina Thailand, Brunei Darussalam dan Tiongkok.

Natuna sebagai kawasan perbatasan mendapat perhatian serius seharusnya oleh pemerintah pusat untuk membangun 5 pilar pembangunan di kawasan tersebut, mulai dari Lingkungan Hidup, Infrastruktur, Perikanan, Pariwisata, dan Pertahanan.

Pertama Lingkungan Hidup, Natuna lebih dikenal dengan kekayaan gas alamnya dengan volume lebih dari 90 triliun kaki kubik dengan cadangan gas alam yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di kawasan Asia Pasifik dengan capaian volume 222 triliyun kaki kubik / Trillion Cubic Feet  (TCT), selain itu gas hidrokarbon yang bisa di tambang memenuhi angka 46 TCT.

Tentunya belum termaksud cadangan gas alam di natuna yang tidak di ketahui.Natuna tidak melulu soal gas saja, kawasan yang memiliki pantai yang sangat indah serta memiliki serahkan batu granit di salah satu pantai di desa sepempang kabupaten Natuna juga seharusnyabisa di jadikan salah satu sumber devisa sumber keuangan yang sangat dahsyat.

Natuna seharusnya dikelola secara serius baik oleh swasta maupun pemerintah setempat hendak menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar yang mensejahterakan masyarakat.

 Lanjut aspek pembangunan infrastruktur seperti jalan utama utama yang terbilang sangat memprihatinkan dan sarana penghubung antar lokasi seharusnya memenuhi kebutuhan pariwisata yang di antaranya konektivitas.

Tidak dipungkiri jika pemerintah kabaupaten membentuk Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Natuna yang disingkat dengan TP3N salah satu yang di prioritas  yaitu transportasi udara, hal ini di sebabkan masih banyak permintaan turis asing untuk mengakses ke kabupaten Natuna.

Pada kenyataannya sekarang turis asing bisa diakses melalui Bandara Hang Nadim Batam dan belum banyak maskapai yang membuka penerbangan menuju bandara Ranai Natuna di kabapaten natuna.Bandara ranai ini hanyaberfungsi sebagai terminal penerbangan sipil dan juga militer.

Pada tahun lalu, Permintaan dari perusahaan yang ingin investasi dan bekunjung menikmati wisata sebanyak 40 negara menginginkan akses yang memadai serta menjamin akan membawa 2000 tamu per minggu ke Natuna yang akan di jadi kan destinasi pariwisata internasional dengan mempromosikan natuna, bersamaan dengan itu, pemerintah kabupaten natuna mengelar 2 event internasional pada tahun ini yaitu Sail Natuna dan Natuna The Tour.

Kemudian ada sektor perikanan natuna ini memiliki berbagai jenis ikan konsumsi untuk produksi yang pada setiap tahun mengalami peningkatan yaitu bekisar sebesar 65.000 ton pertahunnya. Angka ini terbilang masih jauh dari potensi yang dimiliki perairan nya laut natuna sangat luas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved