Kamis, 7 Mei 2026

Wiranto: Ada yang Mengambil Kuntungan dari Rusuh Papua

Dari laporan BIN, Kapolri, kami tahu siapa yang coba dapat keuntungan dari kerusuhan ini. Kami peringatkan siapa pun dia, hentikan itu,

Tayang:
Grafis Tribun-Video/ Alfin Wahyu
#prayforpapua atas tewasnya 31 pekerja pembangunan jembatan dan jalan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Minggu (2/12/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebut, pemerintah sudah mengetahui pihak yang menunggangi sejumlah peristiwa kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat dalam beberapa hari terakhir.

Laporan lengkap soal keterlibatan penunggang gelap dalam kerusuhan Papua sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/8/2019) malam.

"Memang, rusuh ini ada yang menunggangi, mengompori, memprovokasi, ada yang sengaja dorong terjadi kekacauan," kata Wiranto saat konferensi pers usai rapat.

"Dari laporan BIN, Kapolri, kami tahu siapa yang coba dapat keuntungan dari kerusuhan ini. Kami peringatkan siapa pun dia, hentikan itu, karena itu hanya ingin buat suasana instabil," tegas Wiranto.

Ini Sosok Pria yang Menuding Bank Mandiri Gelapkan Dana Rp 800 Triliun, Perusahaannya Malah Nunggak

Tersangka Baru Kasus Dugaan Rasisme Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya, Kapolda Jatim: Inisial SA

Iuran BPJS Kesehatan Naik 100%, Peserta: 4 Orang Rp 640 Ribu, Mending Pindah ke Asuransi Swasta

Namun, Wiranto tidak menyebutkan pihak yang mendapat untung dari kerusuhan itu. Yang terang, mantan Panglima ABRI ini menyampaikan, Presiden juga tidak ingin ada tindakan represif dari aparat dalam menangani Papua dan Papua Barat.

Presiden, Wiranto mengatakan, justru ingin tindakan persuasif atau lunak. Selain itu, Presiden juga ingin aparat melindungi objek-objek penting serta fasilitas publik dan fasilitas milik negara, jangan sampai ada yang dirusak karena dapat menghambat kegiatan masyarakat.

"Demonstrasi anarkis merusak sesuatu, sebenarnya mengkhianati rakyat, karena dibangun dengan uang rakyat," ucap Wiranto.

Senjata Sudah Dikembalikan

Wiranto mengatakan, sepuluh unit senjata milik TNI di Deiyai, Papua, yang dirampas massa, Rabu (28/8/2019) lalu dan menyebabkan satu anggota TNI gugur.

"Saat kerusuhan di Deiyai itu ada mobil TNI yang karena tak diizinkan membawa senapan, maka senapan senjata dimasukkan di mobil, 10 pucuk. Satu sersan yang jaga itu meninggal dunia gugur mempertahankan itu. Dan senjatanya hilang dirampas," kata Wiranto.

Namun, Wiranto menyebut, saat ini 10 pucuk senjata itu sudah dikembalikan. TNI melakukan dialog secara persuasif untuk mendapatkan kembali senjata itu.

"Hari ini 10 pucuk itu sudah kembali yang memang sudah sampai ke masyarakat, sudah sampai ke gunung, tapi dengan cara persuasif ada kesadaran mengembalikan senjata yang 10 pucuk itu," ujar dia. 

Presiden Minta Masyarakat Tenang

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat Papua untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkistis.

"Saya terus mengikuti dan juga saya sudah mendapat laporan situasi terkini di Papua pada khususnya di Jayapura, dan saya juga minta masyarakat tenang tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis," kata Jokowi di Mojokerto yang disiarkan langsung akun YouTube Sekretariat Presiden.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved