Ramai-ramai Hengkang dari China, Perusahaan AS Lirik Indonesia Jadi Salah Satu Pilihan

Dia memerintahkan perusahaan AS untuk "secepatnya mencari alternatif pengganti China" dan mendesak mereka agar memproduksi di AS.

Ramai-ramai Hengkang dari China, Perusahaan AS Lirik Indonesia Jadi Salah Satu Pilihan
Kompas.com
Donald Trump 

TRIBUNBATAM.id - Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meminta agar perusahaan-perusahaan AS memindahkah pabrik produksi mereka dari China, sempat membuat Wall Street bingung.

Namun, rupanya, banyak perusahaan AS yang sudah melakukannya. Mengutip CNBC, dalam beberapa bulan terakhir, banyak pimpinan perusahaan yang memberikan sinyal untuk mengambil langkah serupa seiring dengan meningkatnya tensi perang dagang.

Pada 23 Agustus, Trump menuliskan tweet di media sosial Twitter. Dia memerintahkan perusahaan AS untuk "secepatnya mencari alternatif pengganti China" dan mendesak mereka agar memproduksi di AS.

(Update: China ajukan gugatan ke WTO)

Sebagai dasarnya, dia mengutip Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) - yang disahkan pada tahun 1977 terkait dengan urusan "ancaman tidak biasa dan luar biasa terhadap keamanan nasional, kebijakan luar negeri, atau ekonomi Amerika Serikat."

Ancaman presiden menyebabkan investor tak nyaman, sehingga mengirim indeks saham ke posisi terendah pada sesi hari itu. Data Reuters menunjukkan, Indeks Dow Jones Industrial Average, misalnya, turun lebih dari 600 poin.

Trump kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial pada hari Jumat. Yakni dengan menyerang General Motors karena kehadirannya yang sangat signifikan di China. Dia bahkan mempertanyaak apakah produsen otomotif itu harus memindahkan operasionalnya ke AS.

Demi First Anniversary, Duda 30 Tahun Ini Tiduri Siswi SMP 10 Kali hingga Hamil

Jadi Menteri Jokowi Karena Disodorkan Prabowo, Ini Jawaban Sandiaga Uno

 

"Terkadang Anda harus mengambil kebijakan yang tegas," jelas penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow seperti yang dilansir dari CNBC. Kudlow menambahkan, perusahaan-perusahaan AS harus mengikuti imbauan Trump untuk segera meninggalkan AS.

Sejauh ini, tidak ada satu pun Presiden AS yang pernah menggunakan IEEPA sebagai landasan dalam menyelesaikan pertikaian komersial. Apalagi China merupakan salah satu partner dagang terbesar AS. Lebih dari 100 abad, pemerintahan AS menggunakan IEEPA untuk menegakkan perdagangan obat-obatan atau terorisme finansial melalui sanksi atau pinalti ekonomi lainnya.

CNBC mempertanyakan, hingga saat ini masih belum jelas bagaimana atau di bawah otoritas apa, Trump dapat mengimplementasikan IEEPA untuk perdagangan. Beberapa analis berpendapat bahwa undang-undang memungkinkan presiden untuk melakukan tindakan tertentu yang membatasi jalannya bisnis perusahaan China di AS, yakni dengan memblokir investasi. Bahkan jika itu tidak memungkinkan, pemerintahan Trump bisa langsung memerintahkan mereka untuk pindah.  

Halaman
123
Editor: Rio Batubara
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved