Selasa, 9 Juni 2026

Argentina Diambang Krisis Mirip Indonesia 1998, Peso Terjun, Warga Ramai-ramai Tarik Uang di Bank

Kondisi berubah drastis setelah pemilihan 11 Agustus, kandidat oposisi Alberto Fernandez mengalahkan Presiden Mauricio Macri dalam jajak pendapat

Tayang:
EFE/ Juan Ignacio Roncoroni
Warga Argentina antre di luar kantor sebuah bank pagti hari untuk menarik tabungan mereka karena Argentina kembali dilanda krisis ekonomi. 

TRIBUNBATAM.ID, BUENOS AIRES - Argentina diambang krisis ekonomi yang mirip dengan kondisi Indonesia tahun 1998.

Para nasabah bank ramai-ramai menarik uang mereka di bank dan kemudian memborong bahan makanan di super market.

Sejak Senin subuh, warga Argentina sudah terlihat mengantre panjang, jauh sebelum kantor bank buka, menunggu untuk menarik dana mereka.

Pemerintah Argentina memberlakukan kontrol modal yang ketat dan membatasi pembelian dan transfer dolar sejak Minggu (1/9/2019).

Kisah Iwan Korban Kecelakaan Tol Cipularang, Lembur di Hari Libur Demi Beli Sepatu Anak

VIRAL Video Pria Menangis Meraung-raung di Kamar Pengantin, Kekasih Menikah dengan Pria Lain

Buaya Sepanjang 2,5 Meter Ditemukan di Anambas. Penangkapan Sampai Melibatkan Tim Gabungan Basarnas

Ini memang bukan hal yang asing bagi Argentina karena negara itu sering mengalami krisis keuangan.

Karena itu, sebelum pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan mengakses tabungan, seperti krisis sebelumnya, warga memilih mengosongkan tabungan mereka. 

Warga mulai menyimpan uang tunai di rumah dan membeli bahan makanan karena di saat yang sama, negara itu juga sedang dilanda musim dingin.

“Ini adalah saat-saat terjadi banyak kejutan. Besok kami mungkin bangun dan melihat bahwa semuanya telah berubah,” kata Catalina Pedace, seorang pekerja paruh waktu dalam antrean di luar sebuah bank di pusat kota Buenos Aires.

Argentina sudah mengalami dua kali krisis tahun 1989-1990 dan 2001-2002.

Saat itu, banyak warga Argentina tidak bisa mengambil uang di bank karena pemerintah memberlakukan Corralitos atau pembatasan penarikan dana di bank.

Saat krisis 2001-2002, kerusuhan pecah, supermarket dijarah dan deposan yang marah merusak ATM bank.

Negara Lionel Messi ini kembali mengalami krisis sejak tahun lalu, namun belum memicu hal serupa.

Kondisi berubah drastis setelah pemilihan utama 11 Agustus, ketika kandidat oposisi Alberto Fernandez mengalahkan Presiden Mauricio Macri dalam jajak pendapat.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran pasar akan kembalinya kebijakan intervensi mengingat Macri cenderung pro pasar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved