Anambas Terkini

Buaya Sepanjang 2,5 Meter Ditemukan di Anambas. Penangkapan Sampai Melibatkan Tim Gabungan Basarnas

Kemunculan seekor buaya mengagetkan warga Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Senin (2/9/2019).

Buaya Sepanjang 2,5 Meter Ditemukan di Anambas. Penangkapan Sampai Melibatkan Tim Gabungan Basarnas
TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman
Proses evakuasi buaya ke tempat penangkaran sementara di Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, Senin (3/9/2019). 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Anggota Polres, Koramil 02/Tarempa, Pemadam Kebakaran, Basarnas dan puluhan warga Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan ‎harus bekerja ekstra melawan seekor buaya, Senin (2/9/2019) kemarin.

Mereka harus berjibaku sekaligus berhati-hati saat akan menangkap buaya.

Buaya dengan panjang mencapai 2,5 meter ini ditemukan di sekitar hutan bakau di Dusun Desa Desa Air Bini.

PS Batam Kalah di Final, Budi Sudarsono Segala Sesuatu Dapat Terjadi

Daftar 6 Minuman Unik di Korea Selatan, Ada Air Rendaman Beras Hingga Teh Jagung

Masih Ada Kendala, Wali Kota Batam Akui Penerbitan KIA Belum Maksimal

Penggunaan kapal pompong milik warga harus dilakukan untuk memindahkan satwa yang dilindungi itu ke tempat penangkaran sementara di ibukota Kecamatan Siantan Selatan itu.

Proses evakuasi buaya itu dilakukan dari pukul 9 hingga pukul 4 sore.

"Evakuasi dilakukan dengan hati-hati serta penuh perhitungan matang. Karena salahsatu hewan buas," ujar Kapolres Anambas, AKBP Junoto Selasa (3/9/2019) sore.

Proses evakuasi pun dilakukan setelah mendapat informasi dari warga.

Mereka cukup khawatir keberadaan buaya di sekitar hutan bakau mendekat ke pemukiman warga di wilayah pesisir.

Tim kecil pun dibentuk.

Sedikitnya 26 warga turun tangan membantu proses evakuasi buaya itu. Di Anambas, keberadaan buaya ditemukan di sekitar Desa Genting Pulur, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas.

‎Meski dinilai warga tidak mengganggu, namun keberadaan buaya ini pernah melebar hingga ke arah Pantai Padang Melang, Kecamatan Jemaja sekitar pertengahan tahun lalu.

Anggota pun kembali berjibaku untuk mengevaluasi buaya ke tempat yang aman. Jauh dari pemukiman penduduk.

"Buaya sementara ditempatkan di penangkaran sementara di Desa Air Bini," ungkapnya.(tribunbatam.id/septyanmuliarohman)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved