BPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Klaim Hingga Rp 4 M Untuk Korban Ledakan Kapal KMP Sembilang

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Batam Nagoya melakukan penyerah kan santunan manfaat program kepada ahli waris korban ledaka

BPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Klaim Hingga Rp 4 M Untuk Korban Ledakan Kapal KMP Sembilang
TRIBUNBATAM.id/ZABUR
BPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Klaim Hingga Rp 4 M Untuk Korban Ledakan Kapal KMP Sembilang, Rabu (5/9/2019) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Batam Nagoya melakukan penyerah kan santunan manfaat program kepada ahli waris korban ledakan Kapal KMP Sembilang yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Budiono selaku Deputi Direktur Wilayah Sumbarriau, dan didampingi olehSurya Rizal selaku Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya kepada 5 orang ahliwaris peserta di Rumah Sakit Awal Bross Batam, Rabu (4/9/2019).

Budiono menungkapkan belasungkawa sedalam –dalamnya atas peristiwa kecelakaan tersebut.

Ia menjelaskan inilah bentuk kepedulian BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan sekaligus memberikan kesejahteraan bagi para pekerja dan keluarganya,

“Sesuai ketentuan, kelima pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan meninggal tersebut, ahli waris berhak mendapatkan santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan, kemudian Jaminan Hari Tua (JHT), beasiswa pendidikan apabila memiliki anak yang masih menjalani pendidikan, santunan berkala dan biaya pemakaman,” ungkap Budiono.

Peringati Hari Pelanggan, BPJS Ketenagakerjaan Batam Suguhkan Special Day Kepada Para Peserta

BPJS Ketenagakerjaan Karimun Bikin Lomba Foto Wefie Mania. Hadiahnya Belasan Juta

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, PELNI Sosialisasikan Layanan Check-in Mandiri

Peringati Hari Pelanggan, BNI Syariah Batam Berikan Kejutan ke Nasabah.

Selain melakukan penyerahan santunan, Budiono bersama rombongan juga meluangkan waktu untuk menjenguk dua orang korban ledakan kapal lainya yang saat ini masih mendapat perawatan dan pengobatan di Rumah Sakit Awal Bros sebagai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJS Ketenagakerjaan.

Ia mengungkapkan pihak BPJS Ketenagakerjaan akan menanggung semua biaya pengobatan para korban pada peristiwa ledakan tersebut.

“Tidak ada batasan plafond, semua biaya pengobatan peserta baik yang saat ini masih dirawat maupun biaya pengobatan peserta yang telah meninggal dunia akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan“

Senada yang disampaikanBudiono, Surya Rizalmengatakansesuaidenganketentuanmakaahliwarisberhakmenerimasantunandarimanfaat program BPJS Ketenagakerjaanyakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Surya menjelaskan total pembayaran manfaat dan santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada para korban ledakan kapal tersebut sebesar Rp4.067.386.459 dengan rincian Rp1.708.809.850 adalah total santunan yang diberikan kepada 5 orang ahli waris dan Rp2.320.477.204 merupakan biaya pengobatan yang sudah dibayarkan pihak BPJS Ketenagakerjaan sampai saat ini.

“jumlah tersebutakan bertambah mengingat dua orang peserta masih menjalani pengobatan dan belum termasuksantunan manfaat Jaminan Pensiun Berkala yang akan dibayarkan kepada masing-masing ahliwaris setiap bulannya,” tuturSurya.

“Kami juga akan membayarkan manfaa tdari program Jaminan Pensiun (JP) sebesarRp 2.099.405 kepada lima orang ahli waris tersebut tiap bulannya, selain itu juga akan diberikan manfaat beasiswa sebesar Rp 12.000.000 kepada anak dari peserta yang masih aktif bersekolah.

"Dengan adanya manfaat program BPJS Ketenagakerjaan ini diharapkan bisa meringankan beban serta membantu sektor perkekonomian keluarga yang ditinggalkan untuk melanjutkan kehidupannya," kata Surya.

Surya mengimbau kepada para pelaku usaha dan pemberi kerja untuk memiliki kepedulian dan kesadaran terhadap perlindungan jaminan sosial ketenaga kerjaan dari resiko pekerjaan dan resiko sosial yang bisa terjadi kapans aja dan di mana saja.

Dengan mendaftarkan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan, artinya baik perusahaan atau pun tenaga kerja sudah mengalihkan tanggungjawab tersebut kepada BPJS Ketenagakerjaan jika terjadi risiko tersebut," tutup Surya.(bur)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved