Seluruh Sopir Bus Sekolah di Bintan Akan Dites Urine, Kapolres Khawatir Terjadi Kecelakaan

Kepolisian Resor (Polres) Bintan berencana akan cek urine sopir bus sekolah

Seluruh Sopir Bus Sekolah di Bintan Akan Dites Urine, Kapolres Khawatir Terjadi Kecelakaan
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang 

TRIBUNBINTAN.com,BINTAN - Kepolisian Resor (Polres) Bintan berencana akan cek urine sopir bus sekolah yang ada di wilayah hukum Polres Bintan, Kamis (5/9/2019).

Cek urine sopir bus ini usai polisi melakukan penangkapan tiga sopir bus sekolah berinisial JF, SY dan ZH terkait pengungkapan penyelundupan 118,396 Kilogram sabu di Bintan.

Upaya itu dilakukan, untuk menghindari kemungkinan buruk yang terjadi bila sopir bus tengah bertugas mengantarkan anak sekolah dibawah pengaruh narkoba.

Tiga Sopir Bus Sekolah Dapat Upah Rp 50 Juta Setiap Loloskan 1 Kwintal Sabu, Polisi Akan Cek Urine

Createkat Watchband, Jam Tangan Khusus Olahraga, Maksimalkan Kegiatanmu Dengan Jam Ini

Penggerebakan Narkoba di Kamar Hotel Nomor 20, Polisi Terpaksa Menyamar Saat Akan Menangkap Azwar

"Demi mengantisipasi, kita berencana akan melakukan tes urine terhadap sopir-sopir bus sekolah di Bintan," ungkap Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang,Kamis (5/9/2019).

Boy menyebutkan, bahwa langkah tes urine sopir bus tersebut sangatlah penting.

Sebab, sopir-sopir bus sekolah memiliki tanggung jawab menjaga keselamatan penumpangnya yakni anak sekolah saat diantarkan menggunakan angkutan gratis yang disubsidi Pemkab Bintan.

"Saya tidak ingin, ada kecelakaan bus sekolah lagi terjadi di Bintan, apalagi jika disebabkan karena pengaruh narkoba. Jangan sampai itu terjadi, oleh sebab itu kita berencana akan gelar tes urine kepada sopir-sopir bus sekolah,"tuturnya.

Lanjutnya untuk barang haram itu, para tersangka dari pengakuannya tidak pernah dijual kepada anak-anak sekolah.

"Tidak pernah dijual kepada anak-anak sekolah. Barang itu hanya akan di kirim ke tujuan Sumatera dan Jawa lewat Dompak,"ungkapnya.

Sementara itu, ketiga tersangka saat ini sudah mendekam di jeruji besi Polres Bintan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Pada saat di introgasi polisi, para tersangka mengaku kepada penyidik kepolisian diupah Rp 50 juta untuk meloloskan 1 kwintal lebih kristal haram tersebut.

Tidak hanya itu, ketiga pelaku juga mengaku sudah lima kali meloloskan barang haram dari Malaysia.

"Dari pengakuan ketiga tersangka, ini merupakan kali keenam mereka menyelundupkan sabu dari Malaysia ke pulau Bintan.Namun ketika keenam kali ini berhasil kita ringkus,"tutur Boy.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved