Pertamina Selidiki Penyebab Peningkatan Konsumsi Jenis Solar di Kepri, Ternyata Pemicunya Ini

Peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, ditengarai menjadi penyebab antrean panjang kendaraan di SPBU

Penulis: Dewi Haryati |
KompasOtomotif
Ilustrasi SPBU Pertamina 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, ditengarai menjadi penyebab antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) belakangan ini.

Adakah permainan peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di belakangnya?

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo tak menampik, dari laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Kepri termasuk salah satu provinsi yang kerap terjadi penyelewengan atau penyalahgunaan konsumsi BBM jenis solar.

Federasi Sepakbola Malaysia Bakal Laporkan Insiden Kericuhan Suporter Indonesia-Malaysia di SUGBK

Komentar Simon McMenemy Setelah Timnas Indonesia Takluk dari Malaysia, Singgung Suporter

Hati-hati Bertransaksi Secara Online, Kembali Ditemukan 123 Fintech Ilegal. Ini Daftarnya

"Ini perlu didalami, terkait konsumsi solar tak pada tempatnya," kata Roby kepada Tribunbatam.id, Jumat (6/9/2019).

Dari Pertamina, lanjut dia, prinsipnya hanya melayani pembeli yang datang sesuai ketentuan.

Seperti diketahui, antrean panjang kendaraan ber-BBM jenis solar tidak hanya terjadi di Batam, tetapi tempat lainnya di Kepri, seperti Tanjungpinang dan Bintan.

"Kami (Pertamina) juga aware soal ini. Tapi kalau bicara fakta, penyaluran sudah sesuai kuota.

Jumlah penyaluran nggak ada berkurang," ujarnya.

Roby mengatakan, jika penyaluran kuota BBM jenis solar sama setiap harinya, namun antrean kendaraan banyak, hal ini mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi.

"Artinya pembelinya banyak," kata Roby.

Dari data, setiap harinya Pertamina menyalurkan rata-rata 120 ribu liter solar per hari untuk Batam.

Sedangkan di Tanjungpinang, rata-rata 120 ribu liter per hari.

Iapun menegaskan, dari Pertamina tidak ada kendala terkait penyaluran BBM belakangan ini.

Lain halnya, dengan beberapa waktu lalu.

"Kalau kemarin kan ramai itu, kapal nggak berangkat. Dan kami juga sudah memberikan penjelasan. Kalau saat ini memang tidak ada kendala," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved