Istri Anggota DPRD Maki-maki dan Pukul Guru Agama karena Tak Terima Anaknya Ditegur di Sekolah
Istri seorang anggota DPRD ngamuk dan memukuli seorang guru agama gara-gara anaknya disetrap oleh guru agama tersebut.
#Istri Anggota DPRD Maki-maki dan Pukul Guru Agama karena Tak Terima Anaknya Ditegur di Sekolah
TRIBUNBATAM.id - Istri seorang anggota DPRD ngamuk dan memukuli seorang guru agama di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Kasri, seorang guru agama di SDN 4 Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, NTB diamuk dan dicaci maki oleh Endang Srihartuti, istri seorang anggota DPRD tersebut.
Endang Srihartuti tidak terima anaknya disetrap oleh guru agama tersebut.
Kejadian ini bermula saat Kasri, guru agama tersebut mencoba menasehati AH, anak anggota DPRD yang duduk di bangku kelas 5 SD, karena telah membuat temannya menangis.
• Kadisdik Batam Minta Polisi Berikan Hukuman Berat Kepada Guru Cabul Tak Pantas Guru Berbuat Itu
• Guru yang Cabuli Lima SiswI Bantah Kabur ke Karimun, Keberadaannya Diketahui Setelah Dipancing Guru
Oleh Kasri, anak anggota DPRD tersebut diberi sanksi setrap dengan menggunakan tangan.
"Awal mulanya, saya sedang mengajar untuk melatih hafalan kepada murid-murid saya, suatu ketika ada seorang anak menangis yang melapor karena telah dipukul oleh anak Dewan tersebut, oleh karena itu saya panggil anak Dewan itu untuk memberikan setrap," ungkap Kasri, saat dikonfirmasi, Minggu (8/9/2019).
Menurut dia, sebagai guru agama, ia sudah mempertimbangkan apa hukuman yang telah diberikan kepada anak anggota DPRD tersebut.
"Menurut saya, itu hal yang sudah saya pertimbangkan batas kewajaran saya bagimana mendidik anak dengan memberi sedikit hukuman dengan strap," ungkap Kasri.
Setelah kejadian itu, si anak melaporkan ke orangtuanya.
Orangtua anak tersebut lalu mendatangi sekolah dengan marah-marah dan diduga memukul Kasri.
"Tiba-tiba si ibu Dewan itu marah-marah sambil berkata kotor, menyebut saya anj*ng, lalu memukul saya dan terkena pelipis," tutur Kasri.
Waktu itu, lanjut Kasri, dia hanya bisa diam saja dan seorang guru mencoba melerai pelaku, dengan menyatakan persoalan itu bisa dibicarakan dengan baik-baik di ruangan kepala sekolah.
"Ada teman melerai kemudian diajak ke ruang kepala sekolah untuk diajak mediasi, namun dia tetap marah-marah, dan tidak terima," ungkap Kasri.
Saat berada di ruanga kepala sekolah, istri anggota DPRD tersebut meminta agar dirinya dipecat dari sekolah, namun kepala sekolah menolaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/09082019_guru-agama-dipukuli.jpg)