BATAM TERKINI

UNIK, Usai Terjaring Razia Masyarakat Diberikan Siraman Rohani dari Pemuka Agama

Operasi seligi yang dilakukan Satlantas Polisi Resort Barelang (Polresta) Barelang kali ini berbeda dibanding hari-hari sebelumnya.

UNIK, Usai Terjaring Razia Masyarakat Diberikan Siraman Rohani dari Pemuka Agama
TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI
Operasi seligi yang dilakukan di Jalan Duyung Sei Jodoh ini mendatangkan tokoh agama seorang Pendeta dan seorang Ustad. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Operasi seligi yang dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polisi Resort Barelang (Polresta) Barelang kali ini berbeda dibanding hari-hari sebelumnya.

Operasi seligi yang dilakukan di Jalan Duyung Sei Jodoh ini mendatangkan tokoh agama seorang Pendeta dan seorang Ustad.

"Ini merupakan inovasi kita untuk menyentuh masyarakat," ujar Wakasatlantas Polresta Barelang Batam, AKP Kartijo kepada Tribun Senin (9/9/2019).

Ia melanjutkan dengan mendatangkan tokoh agama ini sekaligus memberikan siraman rohani untuk tertib berlalu lintas.

Baik dari Pendeta kepada masyarakat yang Kristen maupun dari Ustad kepada masyarakat yang Muslim.

"Jadi yang terjaring razia hari ini bagi yang muslim diceramahi oleh Ustad dan yang Kristen di kotbahin oleh Pendeta," tuturnya.

Polisi Gelar Razia, 50 Pemilik Motor Langsung Sidang di Tempat

Pantauan Tribun operasi seligi ini dilakukan tepat disamping hotel Travelodge. Dimulai sekira pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB.

Ia menambahkan, ada sebanyak 20 personil yang turun dalam operasi seligi hari ini.

Ditambah lagi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Samsat Batam Center

"Sengaja hari ini bergabung dengan BP2RD. Kita sudah siapkan mobil keliling jadi bisa bayar pajak sekalian. Jadi tak perlu melakukan penilangan kalau langsung dibayar pajaknya. Sanksinya dinomor 2 kan.

AKP Kartijo juga turut mengimbau sebelum mengemudi cek kembali surat-surat kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4.

Yang menjadi topik incaran dalam operasi seligi ini diantaranya tak menggunakan helm, melawan arus dan membawa kendaraan dibawah umur.

"Ini yang menjadi target kita. Kendaraan yang kami tahan itu tak bisa menunjukkan SIM dan STNK," tegas Kartijo. (tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved