Senin, 18 Mei 2026

Akibat Krisis Air, Jenazah Wartini Sulit Dimandikan

Akibat krisis air bersih, warga kesulitan mendapatkan air bersih guna memandikan jenazah Wartini (warga Bandung)

Tayang:
Tribun Jabar
Jenazah Wartini Sulit Dimandikan 

TRIBUNJABAR.ID, CISARUA - Watini (61) seorang warga Kampung Sindangsari RT 04/08, Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) meninggal dunia ketika di kampung itu mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.

Akibat krisis air bersih, warga kesulitan mendapatkan air bersih guna memandikan jenazah Wartini yang meninggal dunia pada Senin (9/9/2019).

 

Warga pun harus bersusah payah mencari sumber air bersih yang cukup jauh untuk memandikan jenazah agar bisa segera dimandikan karena saat itu waktu sudah memasuki sore hari.

 

Fakta Baru Kasus Pembunuhan Novy Chardon, Wanita Asal Indoneisa yang Dibunuh Pria di Australia

Warga pun berinisiatif menggunakan lima galon untuk membawa air bersih dari sumber air swadaya yang jaraknya sekitar 500 meter.

Mereka secara bergotong royong mengumpulkan air bersih menggunakan galon-galon kemudian ditampung menggunakan wadah.

Akhirnya, setelah air bersih terkumpul jenazah Wantini pun langsung bisa dimandikan seperti bisa dan langsung dimakamkan.

Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan soal bantuan air bersih dari pihak terkait selama kampung itu mengalami krisis air bersih.

Ketua RW 08, Asep Suhendar mengatakan, saat mencari air bersih untuk memandikan jenazah Wantini, warga memang menggunakan lima galon karena saat itu kebetulan tidak ada jerigen besar untuk digunakan mengangkut air.

"Iya disini lagi krisis air bersih, tapi biasanya suka ada kiriman dari PDAM, namun saat ada warga yang meninggal dunia kebetulan tidak ada air sama sekali," ujarnya saat ditemui di Kampung Pasirhalang, Selasa (10/9/2019).

 

Dianggap Biasa, Ini Tanda-Tanda Sebelum Kematian Fatir Ahmad

 

Tidak adanya air bersih di Kampung Pasirhalang itu, kata dia, sudah terjadi selama empat hari akibat belum adanya kiriman rutin, padahal selama tiga hari satu kali warga kerap mendapat kiriman air bersih dan itu sudah terjadi selama musim kemarau.

"Jadi untuk memandikan jenazah, warga disini harus bergotong royong mengangkut air bersih menggunakan galon dari sumber air swadaya di daerah ini," katanya.

Saat itu, kata Asep, warga sempat bingung untuk mencari air bersih, beruntung sumber air swadaya masih ada airnya. Apabila sumber air itu mengering jenazah itu pasti tidak bisa dimandikan sore itu juga karena harus menunggu bantuan dari pihak terkait.

"Sumber airnya ada di Cipamototan diatas kampung ini, Alhamdulillah sumber airnya masih ada hanya saja lokasinya memang cukup jauh," ucap Asep.

Asep mengatakan, pernah ada bantuan air untuk warga di RW 08 Pasirhalang sebanyak tiga kali yang diperuntukan bagi 120 kepala keluarga yang mengalami krisis air bersih selama musim kemarau.

"Total di sini ada 120 kepala keluarga, mereka mengalami krisis air bersih. Jadi sekarang kami mencoba untuk minta bantuan air, karena sumber air warga di Cipametotan sudah mulai surut," kata dia.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved