BATAM TERKINI
Sebelum Cabuli Siswanya, Oknum Guru SD di Batam Diduga Kerap Nonton Film Panas
Polisi menemukan flashdisk berisi film panas dari tangan oknum guru SD yang mencabuli sejumlah siswanya di Batam Centre, Batam.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kabar tentang oknum guru SD yang mencabuli belasan siswanya di sebuah sekolah swasta di Batam sempat membuat heboh warga Batam, beberapa hari belakangan.
Menggunakan modus hipnoterapi untuk memperdayai anak-anak di bawah umur, akhirnya oknum guru bernama Suharyono tersebut berhasil dibekuk jajaran Polresta Barelang.
Selain tersangka, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.
Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rahmad Purboyo mengatakan dari tersangka berhasil disita sejumlah barang bukti berupa pakaian dalam anak (CD), dan Flasdisk berisikan film porno.
• Viral Oknum Guru Cabul di Batam, Anggota Dewan Minta Perekrutan Guru Swasta di Perketat
Hal itu diungkapkan Kapolres saat menggelar konferensi pers di Rupatama Mapolresta Barelang, Senin (9/9/2019) sore.
Dikatakan Kapolres, dari barang bukti flashdisk berisi film porno itu memiliki korelasi yang kuat atas perbuatan tersangka.
Diduga sebelum melancarkan aksinya, tersangka memutar film dalam flasdisk tersebut.
“Untuk hal itu, kita masih selidiki,” ucap Kapolres.
Dalam kasus itu sedikitnya sudah 3 korban yang diduga menjadi korban pencabulan.
Aksi itu dilakukan tersangka dengan modus kegiatan hipnoterapi.
Bahwa dalam hipnoterapi itu pelaku mengatakan kepada korban bahwa kegiatan itu bisa memberikan energi kekuatan positif sehingga belajar dapat lebih bersemangat.
Kemudian pada saat anak-anak tutup mata, tersangka pun melancarkan aksinya.
DPRD Minta Perekrutan Guru Swasta Diperkat
Maraknya tindakan pelecehan seksual kepada siswa yang dilakukan oknum guru, mendapat sorotan dari DPRD Kota Batam.
Apalagi kondisi ini hampir sering terjadi di dunia Kota Batam.
"Itu hal yang wajar psikotes. Belum pernah melihat sekolah melakukan tes psikotes. Kejadian ini sudah berulang. Kita sangat menyesalkan kejadian ini dilakukan oleh oknum guru. Sangat mencoreng nama guru," ujar Udin di Loby kantor DPRD Kota Batam, Senin (9/9/2019).
• Petugas Imigrasi Datangi Pemohon Saat Infus Masih Menempel di Tangan, Program Layanan Mobile SPRI
Selain itu, kata dia, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam juga harus mengawasi dan memperketat penerimaan guru baik di swasta ataupun negeri.
Diketahui selama ini, sekolah swasta menerima guru sendiri, setelah diterima baru dilaporkan kepada Dinas Pendidikan.
Diakuinya memang proses seleksi sekolah swasta dalam penerimaan tenaga pendidik sudah sangat baik dan harus berlatarbelakang pendidikan
Namun masih ada oknum guru yang memang memiliki penyakit perbuatan asusila.
"Kalau bukan berlatar pendidikan memang gak bisa diterima. Prosesnya sudah cukup baik dan kalaupun ada oknum guru yang begitu ini penyakit. Orang-orang seperti nyaman melakukan hal seperti itu," tegasnya.
Udin menambahkan peranan dari KPAI itu penting supaya anak didik jangan trauma yang mendalam.
Kemudian diberikan konseling dan proses hukum biar berjalan. (Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/06092019_suharyanto.jpg)