Siswa SMA Negeri 3 Karimun Beri Pesan Menjaga Kelestarian Lewat Tarian Dangkong Kesenian Asal Moro

Panitia menyediakan panel-panel yang berisikan ungkapan-ungkapan kebaikan, terkait dengan isi Piagam Bumi

Siswa SMA Negeri 3 Karimun Beri Pesan Menjaga Kelestarian Lewat Tarian Dangkong Kesenian Asal Moro
TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra
Siswa pembina dan penari SMA Negeri 3 Karimun di penutupan pameran benih-benih harapan. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kesenian menjadi mediator yang baik dalam menyampaikan pesan menjaga kelestarian kepada generasi muda.

Seperti para siswa SMA Negeri 3 Karimun yang menampilkan kesenian asal Moro, Tari Dangkong, dalam kegiatan pameran edukatif benih-benih harapan dan panggung kesenian untuk persahabatan komunitas.

Pembina ekskul tari Akar Tamadun yang juga Wakil Kepala Sekolah Bagian Humas SMA Negeri 3 Karimun, Rini Mulyanty mengatakan siswa sebagai generasi penerus dapat menjadi benih-benih pelestarian budaya kesenian daerah.

Ramalan Zodiak Asmara Rabu 11 September 2019, Leo Tegang, Virgo Dituduh, Pisces Kecewa

Disbudpar Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Buatan, Berharap Batam Bisa Dikenal di Mancanegara

Kumpulan Potret Prilly Latuconsina Tanpa Makeup Ini Buktikan Pacar Maxime Bouttier Berparas Rupawan

"Seperti Tari Dangkong ini sudah mulai pudar. Makanya benih-benih perubahan ini dari awal sudah dipupuk. Merekalah yang akan menghidupkannya lagi," ungkap Rini saat penutupan pameran, Selasa (10/9/2019).

Ditambahkan guru koordinator pameran SMA Negeri 3 Karimun, Vera Josianti Rompas kegiatan yang digelar Sokka Gokkai tersebut mengajarkan generasi muda menjadi sosok perubahan yang positif.

"Dengan seni mereka mengajak anak-anak melestarikan. Karena dengan seni mereka lebih suka. Kesenian lebih mudah masuk ke masyarakat," papar Vera.

Sementara Ketua Panitia Jono Yantoda, kegiatan ini merupakan pameran edukatif benih-benih harapan dan panggung kesenian untuk persahabatan komunitas dengan tema "seeds of hope: the power of one".

Dimana Soka Gokkai selaku pelaksana mendukung pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan tindakan atas nilai dalam tujuan pembangunan yang berkelanjutan melalui pendidikan umum di tingkat akar rumput.

Tujuanya adalah untuk mempelajari tentang isu-isu global saat ini dan prinsip-prinsip Piagam Bumi. Pameran ini menunjukkan saling keterkaitannya antara kita dengan komunitas kehidupan yang lebih luas, dan mengupayakan agar setiap pengunjung merasakan potensi dirinya sendiri untuk membuat perubahan positif

Panitia menyediakan panel-panel yang berisikan ungkapan-ungkapan kebaikan, terkait dengan isi Piagam Bumi. Ungkapan-ungkapan tersebut berasal dari tokoh-tokoh berbagai agama serta tokoh-tokoh internasional yang peduli lingkungan dan kedamaian.

"Pesan utama dari pameran ini adalah segalanya dimulai dari satu orang. Satu individu bisa membuat perubahan positif. Pameran ini juga memperkenalkan visi positif yang diungkapkan dalam piagan bumi," jelasnya.

Yamtoda mengatakan pameran ini berawal dari kerjasama antara Soka Gakkai Internasional dan Piagam Bumi Internasional, yang diluncurkan pertama kali saat KTT Dunia tentang pembangunan berkelanjutan tahun 2002 (Rio +10) di Afrika Selatan.

"Materi pameran ini juga menjadi materi pendidikan tahunan PBB untuk pembanguan berkelanjutan," ujarnya.

Pelaksanaan pameran tersebut, lanjut Yamtoda telah diilaksanakan di 34 negara dalam 13 bahasa. Untuk di Karimun, telah dilaksanakan di SMA Negeri 4, SMA Swasta Santo Yusup, SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 3.

"Kita berharap bersama komunitas di Karimun, khususnya dunia pendidikan formal dan kaum muda dapat membuat perubahan positif di masyarakat, mempromosikan kelestarian hidup di bumi serta menjalin dan mempererat persahabatan dalam komunitas setempat," harapnya. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved