Polisi Bintan Tangkap Residivis Pembobolan Rumah, Doan Dari Batam Sengaja Cari Sasaran Rumah Kosong

Kepolisian Bintan dan Polresta Barelang menangkap pelaku pembobolan rumah di Tanjungubang Bintan. Pelaku merupakan residivis asal Batam

Polisi Bintan Tangkap Residivis Pembobolan Rumah, Doan Dari Batam Sengaja Cari Sasaran Rumah Kosong
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
Polisi membawa Doan pelaku pembobolan rumah di Bintan, Rabu (11/9/2019). 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Jajaran Kepolisian Bintan dan Polresta Barelang berhasil mengamankan seorang pembobol rumah, Wawan alias Doan (27), di Batam pada Sabtu (31/8/2019) kemarin.

Pria yang merupakan Warga Sei Beduk Batam yakni Doan dan AG ini, memang sengaja datang ke Tanjunguban, Bintan untuk membobol rumah warga.

Sebelum beraksi, Doan dan AG biasanya mengintai rumah yang akan dijadikan sasaranya.

Setelah kondisi aman di sekitar rumah, di sanalah keduanya akan melancarkan aksinya untuk masuk ke rumah yang telah di incarnya.

Kapolsek Bintan Utara Kompol Arbaridi Jumhur menyampaikan, pelaku diamankan berkat kerja sama polisi Bintan dan Batam.

Namun teman Doan yakni AG berhasil kabur, sedangkan Doan sudah berhasil diamankan.

Tim Jelajah Negeri Sahabat Polri Kunjungi Pulau Penyengat, Wakapolres Tanjungpinang Beri Sambutan

Impian Hj Ainun Habibie Dibalik Pembangunan Meisterstadt Pollux Habibie Batam

Obituari BJ Habibie, Bapak Pesawat dan Arsitek Kota Batam

"Temannya yang berinisial AG berhasil kabur dan kita masih terus mencari keberadaannya,"tuturnya, Rabu (11/09/2019).

Jumhur juga memberitahu, bahwa tersangka yang berhasil diamankan merupakan warga Sei Beduk, Batam.

Tersangka juga merupakan residivis kasus curat yang baru bebas dari sel tahanan.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, yakni 1 unit handphone merek samsung, 1 speaker merek JBL, tas sandang berisikan pakaian bayi.

"Dalam melakukan aksinya, pelaku dibantu rekannya, AG, hingga kini masih buron. Mereka berdua juga sengaja datang ke Bintan untuk membobol rumah warga,”tuturnya.

Jumhur juga menambahkan, dalam kasus pencurian itu korban mengalami kerugian dengan total sekitar Rp 15 juta.

"Nah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara,"ungkapnya.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved