HUMAN INTEREST

Sulitnya Cari Kerja di Batam, Jodohnya Ketemu tapi Kerjaannya Enggak

Pencaker memadati Community Center, Batamindo, Muka Kuning, Batam. Mereka mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan di Batam

Sulitnya Cari Kerja di Batam, Jodohnya Ketemu tapi Kerjaannya Enggak
TRIBUNBATAM/BERES
Tiurma, gadis asal Medan mencari pekerjaan di Community Center Batamindo 

"Coba Abang bayangkan. Sudah 10 lamaran saya kirim via pos, sekali kirim Rp 15.000 ditambah lagi harus datang ke Community Center (CC) Batamindo ini untuk mencari loker, ongkos angkot dan makan siang menjadi pengeluaran," ujar Tiurma.

Sembari duduk bersantai di lesehan Community Center, Tiur menceritakan pengalaman sebelum ia menginjakkan kaki di Batam.

Tiurma adalah lulusan SMA. Di kampung halamannya, ia ikut berkebun dengan orang tua. Menanam sayur dan buah-buahan menjadi kebiasaan kami sehari hari hingga petang hari.

Mulai bosan di kampung halaman, ia putuskan untuk merantau ke Batam.

Bagi Tiur Batam adalah tempat mengadu nasib, selain Upah Minumum Kerja (UMK) yang tinggi ia belajar hidup mandiri.

Lalu Tiur menjelaskan kenapa ia memilih mencari kerja di Batam.

"Kakak saya itu dulu cari kerja disini, hingga akhirnya dia menikah. Tepatnya di CC ini, mereka bertemu.
Kakak saya itu ketemu dengn teman cowo orang Nias, dari Sibolga mereka kenalan di CC tak lama kemudian mereka tidak ada kabar lagi, lalu mamaku suruh Bibi mencari, dan setahun kemudian mereka pulang dan sudah punya anak," ujarnya.

Makanya saya teringat dulu apa kata kakak saya, bahwa di CC itu selain cari loker juga cari jodoh.

“Jodohnya ketemu tapi kerjaannya enggak,” cetus Gadis Medan itu.

(Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved