MOTOGP

Banyak yang Ingin Jadi Tuan Rumah MotoGP, Dorna Batasi Hanya 22 Seri, Termasuk Indonesia

Portugal mencapai kesepakatan dengan Spanyol untuk mengurangi satu dari empat seri Spanyol, namun belum diketahui, seri mana yang akan dibatalkan.

Banyak yang Ingin Jadi Tuan Rumah MotoGP, Dorna Batasi Hanya 22 Seri, Termasuk Indonesia
TRIBUNNEWS.com
MotoGP Indonesia akan mulai digelar tahun 2021 di sirkuit Mandalika, Lombok, NTB 

TRIBUNBATAM.ID, SAN MARINO - Banyak negara berlomba-lomba untuk menjadi tuan rumah MotoGP dan sebagian di antaranya sudah membangun sirkuit kelas internasional.

Namun, banyak negara juga harus gigit jari karena Dorna Sport selaku penyelenggara MotoGP memutuskan bahwa seri per tahun hanya 22 balapan.

Setidaknya keputusan ini berlaku untuk empat tahun mulai 2022 hingga 2026, CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta, seperti dilansir TribunBatam.id dari Crash.net.

Sementara itu, mulai tahun 2020, seri MotoGP bertambah menjadi 20 --dari 19 seri saat ini-- ditambah dengan MotoGP Finlandia.

Valentino Rossi Pakai Helm Unik di MotoGP Misano, Namanya Saja Helm Semangka

Yamaha Menggila Lagi, Quartararo dan Vinales Kembali Bertarung Ketat di FP3, Bagaimana Rossi?

Nasib Anak Elvy Sukaesih Setelah Ngamuk Hancurkan Warung Warga Pakai Samurai, Dibawa ke RS Jiwa

Namun demikian, kemungkinan ada perubahan balapan pada MotoGP 2020 karena keinginan kuat Portugal untuk menjadi tuan rumah.

Portugal mencapai kesepakatan dengan Spanyol untuk mengurangi satu dari empat seri Spanyol, namun belum diketahui, seri mana yang akan dibatalkan.

Saat ini Spanyol memiliki empat seri dan merupakan negara terbanyak penyelenggara MotoGP, yakni Jerez, Catalunya, Aragon dan Valencia sebagai balapan penutup.

Dengan tambahan Sirkuit Portimao Portugal untuk menjadi tuan rumah putaran MotoGP, Ezpeleta memastikan bahwa tidak mungkiin ada lima seri di tempat berdekatan sehingga kemungkinan ada yang akan digeser.

Lalu, bagaimana menampung permintaan banyak negara yang ingin menjadi tuan rumah MtoGP?

"Satu-satunya cara untuk menerima negara-negara baru adalah dengan mengurangi jumlah balapan di tempat-tempat yang memiliki banyak balapan," kata Ezpeleta.

Halaman
123
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved