Yakinkan Nelayan, Kock Meng Beli Kelong Sebelum OTT Nurdin Basirun, Ini Cerita Ketua RT

Jauh hari sebelum resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (11/9/2019) sore, sosok Kock Meng ternyata telah mempersiapkan dengan ma

Yakinkan Nelayan, Kock Meng Beli Kelong Sebelum OTT Nurdin Basirun, Ini Cerita Ketua RT
Tribunbatam.id/Dipa Nusantara
Kock Meng Saat Berada di Ruangan KPK, Ia resmi ditahan oleh KPK 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Jauh hari sebelum resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (11/9/2019) sore, sosok Kock Meng ternyata telah mempersiapkan dengan matang proyek reklamasi miliknya.

Hal ini terungkap saat Tribunbatam.id bertemu dengan Ketua RT 001/RW 010 Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Abdul Rahman, belum lama ini.

Menurutnya, Kock Meng pernah mengundang perangkat serta tokoh masyarakat setempat untuk berbincang bersama sambil menikmati hidangan seafood di Tanjung Piayu, Kota Batam.

“Sambil makan bersama, dia datang bersama Johanes Kodrat dan Abu Bakar sambil menyebut akan membuat restoran seafood di tanah miliknya,” kata Rahman belum lama ini.

KPK Beberkan Konspirasi Jahat Kock Meng Suap Gubernur Kepri Nurdin Basirun Melalui Abu Bakar

Kock Meng Resmi Ditahan KPK, Ternyata Sejak Agustus Status Kock Meng Sudah Menjadi Tersangka

Pengusaha Batam Ditahan KPK di Jakarta, Siapa Sebenarnya Kock Meng

 KPK Beberkan Konspirasi Jahat Kock Meng Suap Gubernur Kepri Nurdin Basirun Melalui Abu Bakar

Selain itu, Rahman mengungkapkan, Kock Meng telah membeli Kelong Laut milik seorang nelayan di situ yang berada tepat di perairan laut Tanjung Piayu, Sei Beduk, Kota Batam.

“Kelong itu punya nelayan namanya Mahmud. Dia mengganti rugi kelong itu, dan akhirnya resmi punya dia (Kock Meng),” sambungnya.

Bahkan, untuk meyakinkan Tribun, Rahman pun mengeluarkan salinan surat ganti rugi Kelong Laut yang disimpan olehnya.

“Lihat saja itu ada nama Kock Meng. Tidak tahu untuk apa, yang jelas dia bilang Cuma ganti rugi saja karena kan memang dekat dengan lahannya,” ujarnya lagi.

Dalam surat itu, terdapat perjanjian antara Mahmud, si pemilik Kelong Laut, dengan Kock Meng.

Disebutkan, setelah dilakukannya ganti rugi maka kelong itu sepenuhnya telah menjadi milik Kock Meng sebagai pihak kedua dalam perjanjian ini.

Halaman
123
Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved