BREAKINGNEWS Menpora Imam Nahrawi Resmi Tersangka Kasus Suap Dana Hibah KONI

Kasus dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka.

BREAKINGNEWS Menpora Imam Nahrawi Resmi Tersangka Kasus Suap Dana Hibah KONI
Tribunnews.com/Majid
Menpora Imam Nahrawi/ BREAKINGNEWS Menpora Imam Nahrawi Resmi Tersangka Kasus Suap Dana Hibah KONI 

BREAKINGNEWS Menpora Imam Nahrawi Resmi Tersangka Kasus Suap Dana Hibah KONI

TRIBUNBATAM.id - Kasus dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka dalam kasus penyaluran dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Kemenpora tahun anggaran 2018.

Dalam kasus tersebut, asisten pribadi Imam Nahrawi, Miftahul Ulum juga dinyatakan sebagai tersangka.

Kabut Asap di Singapura Makin Memburuk, Masuki Level Tidak Sehat

Menguat 0,24%, Rupiah Hari Ini Ditutup ke Level Rp 14.067 per Dolar AS

PTUN Tanjungpinang Batalkan IMB Apartemen Formosa Residence, Perintahkan Cabut Surat Kepala DPM-PTSP

LINK Live Streaming Indonesia vs Mariana Utara Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 Malam Ini

SESAAT LAGI! Live Streaming Persib Bandung vs Semen Padang Liga 1 2019 Malam Ini Jam 18.30 WIB

"Dalam penyidikan tersebut ditetapkan dua orang tersangka yaitu IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga dan MIU, Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (18/9/2019), dikutip dari Kompas.com.

Alex menuturkan, Imam diduga telah menerima suap sebanyak Rp 14.700.000.000 melalui Miftahul selama rentang waktu 2014-2018.

Selain itu, dalam rentang waktu 2016-2018 Imam juga diduga meminta uang senilai Rp 11.800.000.000.

"Sehingga total dugaan penerimaan Rp 26.500.000.000 tersebut diduga merupakan commitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018," ujar Alex.

Akibat perbuatannya, Imam dan Miftahul disangka melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Ardito Ramadhan)

Editor: Danang Setiawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved