Kabut Asap di Singapura Makin Memburuk, Masuki Level Tidak Sehat

Kualitas udara di seluruh Singapura terus memburuk pada hari Rabu (18/9/2019) karena kabut asap mencapai tingkat yang tidak sehat.

Kabut Asap di Singapura Makin Memburuk, Masuki Level Tidak Sehat
Media Corp via CNA
Kabut asap menutupi National Stadium Singapura, Rabu (18/9/2019) siang. 

TRIBUNBATAM.ID, SINGAPURA - Kualitas udara di seluruh Singapura terus memburuk pada hari Rabu (18/9/2019) karena kabut asap mencapai tingkat yang tidak sehat.

Pada pukul 1 siang, Channel News Asia melaporkan Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam:

112 di utara
118 di timur
128 di selatan
116 di barat
112 di wilayah tengah

Menurut Badan Lingkungan Nasional (NEA), pembacaan PSI 50 dan di bawahnya menunjukkan kualitas udara "baik", "sedang" untuk 51-100 dan "tidak sehat" untuk 101-200.

Sentosa Island (CNA)

Pembacaan PM2.5 satu jam berkisar 79-101μg / m3 pada jam 1 siang. Wilayah selatan memiliki tingkat tertinggi 101μg / m3.

PM2.5 adalah ukuran partikel kecil berdiameter kurang dari 2,5 mikrometer di udara.

Ketika pembacaan PM2.5 berada dalam kisaran tinggi, partikel kabut dapat memengaruhi jantung dan paru-paru, terutama pada orang yang memiliki kondisi jantung atau paru kronis.

Menurut NEA, PM2.5 pada waktu yang sama menunjukkan "indikator kualitas udara yang baik untuk saat ini", dan masih memungkinkan bagti masyarakat untuk melakukan kegiatan luar ruangan langsung, seperti joging.

Meski demikian, dibandingkan Selasa sore, NEA menyebutkan pembacaan PSI 24 jam menunjukkan peningkatan.

VivoCity (CNA)

"Mengingat perkiraan kualitas udara untuk 24 jam ke depan, orang sehat harus mengurangi aktivitas fisik luar yang berkepanjangan atau berat," kata NEA.

"Para lansia, wanita hamil, dan anak-anak harus meminimalkan aktivitas fisik luar yang berkepanjangan atau berat, sementara mereka yang menderita penyakit paru-paru atau jantung kronis harus menghindari aktivitas fisik luar yang berkepanjangan atau berat."

Sebanyak 109 titik api terdeteksi di Sumatera, Selasa, turun dari 233 pada hari Senin, tetapi hal ini diduga karena tangkapan parsial satelit.

Masih ada kabut asap sedang hingga padat di Provinsi Riau bagian tengah, selatan, serta Sumatra Selatan dan Lampung di Indonesia, kata NEA.

Pemerintah Singapura sudah menyiapkan rencana yang besar untuk meminimalkan dan mengelola dampak kabut asap pada publik.

Ini termasuk memastikan bahwa ada cukup masker N95, dan seluruh rumah sakit siap untuk setiap peningkatan pasien yang terkena ISPA.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved