Minggu, 3 Mei 2026

HEADLINE TRIBUNBATAM

Efek Kabut Asap dari Sumatera, 249 Ribu Siswa Kepri Harus Pulang Cepat

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana menyebut angka ISPU itu sudah menunjukkan kondisi udara di Kepri sudah tidak sehat

Tayang:
wahyu
halaman 01 TB 

Efek Kabut Asap dari Sumatera, 249 Ribu Siswa Kepri Harus Pulang Cepat

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kabut asap dari Sumatera makin pekat menyelimuti wilayah Kepulauan Riau dalam beberapa terakhir.

Namun, kondisi kabut di Kepri, Rabu (18/9/2019) sudah dalam kondisi tidak sehat. Indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Kepri pada Rabu kemarin sempat mencapai angka 117 hingga 226 lalu turun ke angka 114.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana menyebut angka ISPU itu sudah menunjukkan kondisi udara di Kepri sudah tidak sehat dan minta warga mengurangi aktifitas di luar ruangan.

Tjetjep Yudiana menyampaikan pesan itu saat mendampingi Plt Gubernur Kepri Isdianto dalam jumpa pers di Gedung Graha Kepri terkait situasi kabut asap di Kepri.

Plt Gubernur Kepri, Isdianto meminta warga Kepri baik di Batam, Tanjungpinang, Bintan dan daerah lain di Kepulauan Riau, untuk mengurangi aktifitas di luar rumah.

"Kalau pun harus beraktivitas, gunakan masker," kata Isdianto.

Sebelum membuka konferensi pers, Isdianto mengeluhkan kondisi udara di Batam yang dipenuhi asap.

Kondisi Udara di Tambelan Memburuk Akibat Asap Kiriman, Sekolah Diliburkan

Diadang Kabut Asap, Begini Kronologis Kandasnya SB Bintang Rizki 99 dari Tanjungbalai Karimun

"Sudah sangat meresahkan ini," katanya sambil terbatuk-batuk dan meminta air minuman kepada staf Pemerintah Provinsi Kepri.

Ia mengatakan, beberapa hari lalu dirinya bersama Presiden Jokowi juga telah melakukan rapat koordinasi terkait bencana karhutla yang terjadi hampir setiap tahun.

"Asap ini tidak sepenuhnya berasal dari Kepri. Ini bisa jadi kiriman dari titik karhutla Sumatera dan Kalimantan," katanya.

Terkait kondisi pencemaran udara ini, Pemprov Kepri memberi peringatan agar seluruh intansi terkait kesehatan agar dapat memberikan pelayanan terbaik jika mendapat aduan masyarakat perihal penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Pemprov sudah menyediakan 100 ribu masker, dan 500 ribu masker dari Kementerian Kesehatan untuk masyarakat Kepri," kata Isdianto.

Isdianto mengatakan, jika kualitas udara terus memburuk, maka tidak menutup kemungkinan aktifitas belajar mengajar di sekolah akan diliburkan, karena berbahaya bagi 249 ribu peserta didik (siswa) di Kepri ini.

"Itu akan dikomunikasikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dan Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten. Setelah itu, tentu akan kita dikoordinasikan ke setiap kepala daerah," ujarnya.

Berdasarkan data dari Dapo Dikdasmen Kemendikbud, jumlah siswa di Kepri saat ini mencapai 249.337 orang.

Jumlah ini terdiri dari 124.383 siswa Sekolah Dasar (SD), 63.893 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), 40.487 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), 19.984 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 590 siswa Sekolah Luar Biasa (SLB). Jumlah siswa terbanyakada di Batam yakni sebanyak 139.489 siswa.

Dinas Kesehatan Kota Batam bahkan sudah merekomendasikan agar siswa dipulangkan lebih awal dari jadwalnya.

"Khusus hari ini (Rabu, red), kita rekomendasikan supaya siswa dipulangkan cepat saja," ujar Didi Kusmarjadi kepada Tribun.

Terkait rekomendasi Dinas Kesehatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Hendri Arulan menunggu arahan dari Wali Kota Batam.

Hendri mengatakan, jika sudah ada rekomendasi dari dinas terkait tentang pencemaran udara di Kota Batam maka pihaknya (Dinas Pendidikan) akan melaporkan kepada Walikota Batam.

"Kita akan tunggu arahan dari Bapak Wali Kota, apakah akan dipulangkan cepat atau diliburkan" Hendri melalui sambungan telepon, Rabu (18/9/2019).

Hendri mengatakan, rekomendasi dari Dinas Kesehatan terkait pencemaran udara itu belum disampaikan ke Dinas Pendidikan.

"Saya belum dapat surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan" ujar Hendri.

Sembari menunggu surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri menghimbau seluruh guru dan orangtua murid agar meminta siswa untuk mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting di luar ruangan.

"Kita telah menyampaikan himbauan kepada orangtua dan guru agar membekali anak didik dengan masker," ujar Hendri

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, kebijakan meliburkan siswa di Batam, belum dirasa perlu saat ini karena jarak pandang masih bagus.

"Kalau diliburkan rasanya rugi. Jarak pandang di darat masih ok," kata Amsakar, usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Batam, Rabu (18/9) di Batam Center, Batam, Kepri.

Untuk siswa sekolah, sementara ini Pemko Batam mengambil kebijakan agar Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan menyiapkan masker.

"Sudah kita sampaikan ke Sekretaris Disdik, Andi Agung untuk menyiapkan masker," ujarnya.

Pemberian masker untuk siswa sekolah, sebagai antisipasi menjaga kesehatan anak-anak sekolah dan menyampaikan imbau pihak sekolah agar membatasi aktivitas siswa di luar ruangan.

"Untuk teknisnya, akan kita bahas lagi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan," kata Amsakar.

Imbauan itu langsung disampaikan Dinas Pendidikan Kota Batam kepada Kepala Sekolah TK, SD dan SMP/Mts di Batam, meminta orangtua siswa membekali anaknya dengan masker saat ke sekolah. (dna/leo/wie)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved