Begini Cara Para Penjahat Siber di Batam Masuk Ruko Tanpa Mengundang Curiga
Pengakuan mengejutkan diungkapkan sekuriti ruko Grand Orchid Batam Centre, Batam, Nuril Sabda usai penggrebekan sebuah ruko nomor 12A oleh Polisi.
Penulis: Beres Lumbantobing |
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pengakuan mengejutkan diungkapkan petugas sekuriti ruko Grand Orchid Batam Centre, Batam, Nuril Sabda usai penggrebekan sebuah ruko di nomor 12A oleh polisi.
Pasalnya, selama dia bekerja bertahun-tahun di tempat itu, tak pernah sekalipun sekuriti melihat ada aktivitas yang berarti di tempat tersebut. Bahkan, ruko itu terlihat seperti kosong.
Lantas, bagaimana cara 47 warga negara asing (WNA) yang terlibat kejahatan siber tersebut melancarkan aksinya tanpa mengundang curiga orang di sekitar?
Dari pengamatan di lapangan, ternyata ruko ini dilengkapi dengan tiga pintu sebagai akses keluar masuk.
Pintu pertama merupakan pintu utama yang berada di bagian depan ruko.
• Gunakan Paspor Pelancong, WNA Asing Pelaku Penipuan Masuk Indonesia Lewat Jakarta
• Paspor WNA Pelaku Penipuan Akan Diperiksa Imigrasi Batam, Lucky : Kita Akan Tindak
• Properti Batam Mencakar Langit, 14.450 Apartemen Sasar WNA
Sementara, pintu kedua terletak di area belakang ruko.
Sedangkan, pintu ketiga ketiga lewat samping ruko yang menyatu dengan ruko sebelah yang merupakan ruko pemiliknya.
Pintu samping itu tampang ditutup dengan triplek. Hal itu terungkap setelah polisi berhasil menjebolnya.
Berdasarkan hasil pantauan Tribunbatam.id, ruko tiga lantai berwarna kuning itu tampak dipasangi CCTV di beberapa sudut.
Tidak hanya itu, satu unit ruko itu dipasangi 10 unit mesin pendingin ruangan atau AC.
Sebelumnya, puluhan Warga Negara Asing (WNA) yang berhasil diamankan unit Jatanras Satreskrim Polresta Barelang, Rabu (1809/2019) sore memunculkan rasa heran bagi orang yang tinggal di lingkungan Kompleks Ruko Grand Orchid, Batam Center.
Hal itu diakui petugas sekuriti ruko Grand Orchid Batam Centre, Batam, Nuril Sabda kepada Tribunbatam.id, Rabu (18/9/2019), malam.
Ia mengaku heran saat tahu ternyata di dalam ruko itu ada aktivitas kejahatan siber yang melibatkan puluhan WNA.
“Di sini saya jadi sekuriti sudah bertahun-tahun dan bolak balik patroli pagi, siang dan malam namun sama sekali tidak pernah ada aktivitas di ruko itu,” ujarnya.
Nuril pun kaget saat Rabu (18/9/2019) sore sekira jam 16:00 WIB polisi ramai-ramai mendatangi ruko tersebut lalu memanggil kami petugas sekuriti menanyakan terkait aktivitas mereka.
“Saya nggak tau mereka masuk lewat mana. Sebab, pintu ruko ini tidak pernah buka sama sekali. Bahkan berdasarkan pengakuan pemilik ruko pun tidak mengetahui aktivitas mereka,” jelasnya.
“Di dalam itu lengkap semua mulai peralatan mandi, makan dan tidur sudah seperti kamar hotel di dalam,” ungkapnya.
Pelaku Masuk Lewat Jakarta
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 47 Warga Negara Asing (WNA) yang diamankan Satreskrim Polresta Barelang terkait kasus penipuan sudah berada di Indonesia selama empat bulan terakhir.
Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo mengatakan, para pelaku ini masuk ke Indonesia melalui Jakarta.
Kemudian mereka ke Batam dan tinggal di Beberapa perumahan mewah yang ada di Batam.
"Mereka menggunakan paspor pelancong dan tiba di Batam sekitar empat bulan lalu," sebut Pras menerangkan, Rabu (18/9/2019).
Para warga asing ini diduga tergabung dalam sindikat penipuan online internasional.
Mereka tinggal di Kawasan Perumahan Mewah Grand Orchid dan Komplek Taman Niaga Sukajadi, Batam Center, Batam.
Mereka melakukan tindak kejahatan carding melalui internet atau cyber-crime melalui telepon.
Hal ini terlihat banyaknya server telepon dan laptop yang mereka gunakan untuk melakukan penipuan.
“Kejahatan penipuan yang dilakukan puluhan warga Taiwan dan China ini berkaitan dengan masalah penipuan online. Sasaran mereka merupakan warga negara asal termasuk warga negara Jepang. Kita masih mendalami modus yang dilakukan mereka,” kata Kapolresta Barelang.
Menurut dia, dari 47 orang yang diamankan empat orang diantaranya wanita dan 43 orang lainnya lelaki.
Terbongkarnya sindikat ini berawal dari laporan masyarakat yang curiga dengan keberadaan para WNA tersebut.
Untuk pemeriksaan kasus ini, Kepolisian juga akan bekerja sama dengan petugas Imigrasi Kota Batam. (Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pintu-cyber.jpg)