HEADLINE TRIBUNBATAM
Properti Batam 'Mencakar' Langit, 14.450 Apartemen Sasar WNA
Batam tengah menuju kota pencakar langit (skyscraper city). Dalam 5 tahun terakhir, Batam menjadi incaran pengembang.
TRIBUNBATAM.id, BATAM — Batam tengah menuju kota pencakar langit (skyscraper city).
Dalam 5 tahun terakhir, Batam menjadi incaran pengembang.
Para investor properti ini, kebanyakan dari Jakarta, Singapura, dan investor lokal Batam.
Bukan lagi rumah (landed house), mereka mengincar pasar pekerja kelas menengah kota yang ingin tinggal di apartemen.
Hingga medio 2019 ini, dalam catatan Tribun, setidaknya ada 15 pengembang yang memasarkan apartemen ke publik.
Dari 15 pengembang ini, bisa dikategorikan dari jumlah tower yang dibangun.
Investor lokal membangun mono-tower. Pemodal nasional dan multinasional mengembangkan 2 hingga 3 tower, bahkan yang berjaringan internasional membangun hingga 4 tower sekaligus.
Dalam kalkulasi Tribun, Selasa (27/8/2019), jumlah unit residen yang siap dijual saat ini, berkisar 14.450 ribu unit.
Data ini diperoleh dari brosur jualan di media sosial, situs resmi, dan iklan outdoor yang mereka pajang di puluhan titik strategis di Kota Batam.
Ini belum termasuk yang sudah dihuni, sejak 3 tahun terakhir. Kisaran jumlahnya, sudah diatas angka 1.000 unit.
Andailah harga per unit apartemen kelas medium, rerata Rp 500 juta, maka nilai kapitaslisasi dari 14.450 kamar di gedung pencakar langit itu, bisa mencapai Rp 7,2 Triliun.
Wow! nilai ini hampir 3 kali lipat dari uang negara yang diputar oleh Pemerintah Kota Batam saat ini.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam tahun 2018 dan 2019 mencapai Rp 2,3 Triliun.
Itu tentu belum termasuk dampak ekonomi ikutan dari pembangunan apartemen ini.
Sebagian besar menyasar pasar domestik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/headline-28-agustus-2019.jpg)