HEADLINE TRIBUNBATAM
Batam Markas Cyber Crime Asia, Pakai Seragam Polisi China saat Beraksi
Banyak yang tidak tahu, 47 orang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok (China) dan Taiwan ini melakukan aksi kejahatan di Batam.
Kepala Seksi Penindakan Imigrasi Kelas I TPI Khusus Batam Riang Satiawan mengatakan, 47 pelaku kejahatan siber itu kemungkinan dideportasi ke negara asal mereka, Taiwan dan China.
"Kami bersama kepolisian akan membicarakan dulu. Apakah ada pasal yang menjerat mereka atau bagaimana. Jika tak ada ya dideportasi," katanya.
Riang mengatakan, 47 WNA itu hanya melakukan kejahatan di negara mereka. Sementara di Indonesia sejauh ini belum ada.
"Mereka melakukan kejahatan di negara masing-masing. Atas kerja sama interpol dan di sini mereka ditangkap. Kalau untuk kejahatan yang dilakukan di sini, sejauh amatan kami belum ada," kata Riang. (koe/leo/brt/bob)
Tak Ada Yang Tahu Mereka dalam Ruko
MODUS puluhan Warga Negara Asing (WNA) yang berhasil diamankan Satreskrim Polresta Barelang akhirnya terungkap setalah Polresta Barelang menggelar konferensi pers, Jumat (20/9).
Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rahmad Purboyo menerangkan bahwa aktivitas puluhan WNA tersebut merupakan kejahatan penipuan dan pemerasan.
“Mereka menggunakan teknologi internet alias siber untuk menipu warga negaranya yang ada di China dam Taiwan,” ujar Kapolresta.
Hanya saja, kata Prasetyo, para pelaku hanya menjadikan Batam sebagai tempat mengendalikan aktivitas kejahatan siber yang mereka lakukan itu.
Dalam melancarkan aslinya, mereka berpura pura sebagai petugas polisi China, kemudian mereka mencari korban dengan menghubungi korban yang menjadi target sasaran.
Dengan alasan ada keluarga mereka yang sedang dalam masalah hukum. Mereka kemudian minta uang lewat transferan agar kasus tidak dilanjutkan atau dipenjara.
Saat konferensi pers di Mapolresta Barelang, ke 47 pelaku tampak tak kuasa menahan malu.Itu terlihat dari upaya mereka menutup muka dengan tangannya selama ekspose berlangsung, termasuk tiga perempuan.
Tertutup
Saat beraksi di ruko Komplek Grand Orchid Nomor 12 A, berbagai cara dilakukan agar aktifitas tidak diketahui. Mereka mampu mengelabuhi orang di lingkungan komplek ruko itu, termasuk petugas sekuriti yang sehari-hari berjaga.
Tidak tahu siapa dalang dibalik hal tersebut. Namun petugas sekuriti mengakui kaget atas ruko yang tidak pernah ada aktivitas itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/21092019hl.jpg)