Breaking News:

Hindari Kecelakaan Akibat Kabut, Nelayan Pulau Dapur 6 Terkendala Melaut

Menurut seorang nelayan Dapur 6, Pak Butat kabut asap menjadi bencana bagi kehidupan aktivitas warganya.

TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Potret kehidupan pulau dapur 6 dirumah yang mereka huni saat tidak turun melaut 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Asap menyelimuti pulau, jarak pandang pun hanya 200 meter. Akibatnya aktivitas nelayan terkendala melaut.

Hal itu terjadi sudah hampir beberapa minggu terakhir di pulau Dapur 6, Galang Batam.

Menurut seorang nelayan Dapur 6, Pak Butat kabut asap menjadi bencana bagi kehidupan aktivitas warganya.

Bagaimana tidak, kata dia untuk dapat bertahan hidup pekerjaan masyarakat hanya dengan melaut, "namun aktivitas melaut kita terhambat akibat kabut menutupi pandangan," ujarnya kepada Tribun, Senin (23/09/2019).

Tak Terima KPK Diintervensi, Mahasiswa Batam Gelar Aksi, Begini Reaksi Anggota DPRD Kota Batam

Tanggapi Aksi Demonstran, Presiden Jokowi Tolak Tuntutan Mahasiswa Cabut UU KPK

Pak Butat yang merupakan seorang kepala suku di pulau Dapur 6 itu menerangkan bahwa pihaknya tidak turun melaut lantaran untuk menghindari laka laut alias tabrakan antar kapal.

"Di pulau Dapur 6 ini merupakan jalur lintasan kapal-kapal menuju pulau abang, air saga hingga keperairan laut lepas. Kemarin kita turun melaut namun tiba-tiba ada kapal besar yang melintas, untung kapal kami langsung dapat melaju menghindar, kalau tidak bisa jadi insiden," ungkapnya bercerita.

Dijelaskan Pak Butat, bahwa pulau yang mereka huni itu merupakan langganan kabut asap jika ada kebakaran.

"Posisi pulau kita ini kan berada dibawah dari pulau lainnya, ibarat lembah jadi kabut berkumpul disini," terangnya.

Fraksi PKS Minta Plt Gubernur Lanjutkan Ranperda RZWP3K, Kasus OTT Reklamasi Jadi Bahan Pelajaran

Penjaringan Nasdem di Pilkada 2020, Amsakar : Provinsi Kepri, Batam dan Lingga Tak Dibuka untuk Umum

Akibat kabut, Pak Butat mengaku penghasilannya terus menurun.

"Biasanya itu hasil tangkapan ikan bisa mencapai 15 kg, perhari namun semenjak kabut seperti sekarang hanya dapat 2 kg," ujarnya dengan nada bersedi.

Sementara Pak Butat harus menghidupi 20 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di pelantar pulau dapur enam itu.

Pantauan Tribunbatam.id, kehidupan warga pulau dapur 6 yang dipimpin Pak Butat itu jauh dari kata hidup layak.

Hidup tanpa penerangan ditambah lagi dengan keterbatasan air bersih harus mereka lalui bertahun tahun.(Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved