Terpidana Kasus Suap Kuota Impor Sapi Ketahuan Malam-malam Keluar Lapas, Begini Kata Kalapas

Mantan Presiden Partai Keadilan Sosial ( PKS) itu diketahui pulang malam keLapas Sukamiskin

Terpidana Kasus Suap Kuota Impor Sapi Ketahuan Malam-malam Keluar Lapas, Begini Kata Kalapas
Tribunnews/Dany Permana
Luthfi Hasan Ishaaq (kanan) bersiap melaksanakan salat Jumat di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (19/9/2014). Luthfi sebelumnya divonis 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan karena terbukti terlibat dalam kasus suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, namun putusan kasasi di Mahkamah Agung menjatuhkan vonis 18 tahun penjara dan pencabutan hak politik kepada mantan Presiden PKS tersebut. (TRIBUNNEWS/DANY) 

Terpidana Kasus Suap Kuota Impor Sapi Ketahuan Malam-malam Keluar Lapas, Begini Kata Kalapas

TRIBUNBATAM.id - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Abdul Karim membenarkan informasi Lutfhi Hasan Ishaaq, terpidana kasus korupsi kuota impor sapi pergi keluar lapas.

Mantan Presiden Partai Keadilan Sosial ( PKS) itu diketahui pulang malam ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin di Bandung, Jawa Barat.

Dijelaskannya, Lutfhi Hasan Ishaaq, terpidana kasus korupsi kuota impor sapi pergi menghadiri undangan pernikahan anaknya, pada Minggu (22/9/2019) kemarin.

"Yang bersangkutan (Luthfi) izin luar biasa, menghadiri pernikahan anak kandungnya, sesuai prosedur," kata Abdul saat ditemui di Lapas Sukamiskin, Bandung, Senin (23/9/2019).

 

Menurut Abdul, seperti dikutip dari artikel Kompas.com berjudul  "Lutfhi Hasan Ishaaq Hadiri Pernikahan Anaknya, Ini Kata Kalapas Sukamiskin", apa yang dilakukan Lutfhi telah sesuai dengan prosedur.

Saat-saat Lutfi Hasan Ishak kembali ke Lapas Sukamiskin, Minggu (22/9/2019) malam usai menghadiri pernikahan anaknya.
Saat-saat Lutfi Hasan Ishak kembali ke Lapas Sukamiskin, Minggu (22/9/2019) malam usai menghadiri pernikahan anaknya. (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Izin luar biasa itu telah diajukan Lutfhi kepada petugas sejak 16 September 2019.

Permohonan izin dengan menyertakan bukti berupa kartu undangan pernikahan anaknya.

Tim pengamat pemasyarakatan (TPP) selanjutnya melakukan sidang terkait izin luar biasa yang diajukan Luthfi.

Hal itu untuk memutuskan sesuai dengan prosedur dan ketetapan bahwa ada izin luar biasa untuk orangtua sakit, orangtua meninggal dan menjadi wali nikah.

Halaman
123
Editor: Aminnudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved