Selasa, 5 Mei 2026

KEPRI TERKINI

Untuk Pertama Kali, Isdianto Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-17 Kepri, Ini Suku Terbesar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Provinsi Kepri, Selasa (24/9/2019).

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra |
TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
Upacara bendera dalam peringatan HUT ke-17 Provinsi Kepri di Halaman Gedung Daerah Kepri, Kota Tanjungpinang, Selasa (24/9/2019). 

Merujuk data lansiran Wikipedia, provinsi dengan semboyan: Berpancang Amanah Bersauh Marwah ini dengan luas 8.201,72 km2. Karena sekitar  96% wilayahnya adalah wilayah perairan, populasi terbesar ada tiga pulau utama; Batam (65%), Pulau Bintan, dan gugusan pulau Karimun. Total jumlah penduduk di tahun 2018 sekitar  2.082.694. Sekitar 1,3 juta penduduknya ada di Kota Batam. 

Sebagai daerah terbuka, komposisi suku terbesar adalah Melayu 29,97%. Lalu menyusul Jawa 24,97%, Batak 12,48%, Minangkabau 9,72%, Tionghoa 7,70%, Sunda 2,95%, Bugis 2,22%, Suku NTT 2.22%, Suku Sumatera Selatan 1,97%, Banjar 0,70%
dan suku Lainnya (termasuk India dan Arab) 5,10%.

Secara keseluruhan wilayah Kepulauan Riau terdiri dari 5 kabupaten, dan 2 kota, 52 kecamatan serta 299 kelurahan/desa dengan jumlah 2.408 pulau besar, dan kecil yang 30% belum bernama, dan berpenduduk. Adapun luas wilayahnya sebesar 8.201,72 km², sekitar 95% merupakan lautan, dan hanya sekitar 5% daratan.

 
Asal usul nama Kepulauan Riau berasal dari nama Riau. Riau diduga berasal kata "riuh" yang berarti ramai. Hal ini dikarenakan daerah Kepulauan Riau dahulunya merupakan pusat perdagangan dan keramaian. Lalu nama ini berkembang dengan digunakannya nama Riau pada nama Kesultanan Lingga. Pada masa kolonial, kata Riau dituliskan "Riouw", sesuai dengan ejaan Bahasa Belanda#Diftong.

Setelah proklamasi kemerdekaan, wilayah Riau (Kepulauan Riau saat ini) disatukan dengan wilayah Kesultanan Siak di daratan Sumatra. Dahulunya, hal ini dilakukan karena gerakan Ganyang Malaysia sehingga mempermudah hubungan dari wilayah kepulauan ke daratan Sumatra.

Namun, seiring berjalannya waktu, nama Riau digunakan oleh wilayah Kesultanan Siak di daratan Sumatra, sementara Kepulauan Riau memekarkan diri. Kata kepulauan ditambahkan didepan kata Riau karna wilayah yang sebagian besar lautan atau berbentuk kepulauan.

Asal usul nama Riau juga menuai polemik di antara budayawan Riau dan Kepulauan Riau. Kedua kubu ini menilai bahwa nama Riau berasal dari provinsinya masing-masing dengan versi sejarah yang berbeda.

Gedung DPRD Kepri
Gedung DPRD Kepri (FOTO IST/ INTERNET)

 
 Masa sejarah di Kepulauan Riau dimulai dengan ditemukannya Prasasti Pasir Panjang di Karimun yang terdapat semboyan pemujaan melalui tapak kaki Buddha. Hal ini diduga berhubungan dengan Kerajaan Melayu di Sumatra. Buddha diperkiran masuk melalui pedagang dari Tiongkokdan India.

Masa Islam di Kepulauan Riau berkembang dengan berdirinya Kesultanan Riau-Lingga. Kesultanan ini berasaskan Melayu Islam dan Islam sendiri dikenal setelah dibawa oleh pedagang dari Gujarat, India, dan Arab.

Masa Kolonial sangat berpengaruh dalam sejarah Kepulauan Riau. Julukan Hawaii Van Lingga yang diberikan kepada pulau Penuba, penggunaan uang tersendiri bagi Kepulauan Riau, dan terbentuknya Karesidenan Riouw menjadi bukti pengaruh kuat para kolonial di Kepulauan Riau.

Setelah masa kemerdekaan, Kepulauan Riau bergabung dengan wilayah Kesultanan Siak di daratan Sumatra sehingga membentuk provinsi Riau.

Dahulunya, Kepulauan Riau juga menggunakan mata uang tersendiri bernama Uang Kepulauan Riau (KR). Namun secara perlahan, penggunaan mata uang ini dihentikan dan digantikan dengan mata uang Rupiah.

Setelah lama bergabung dengan Riau, Kepulauan Riau akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dengan membentuk Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR). Perjuangan BP3KR akhirnya membuahkan hasil dengan pemekaran provinsi Kepulauan Riau dari Riau pada tanggal 24 September 2002.

(Tribunbatam.id/endrakaputra)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved