Air Bersih dari Proyek SPAM Anambas Belum Maksimal ke Rumah Warga, "Ada Normalisasi Waduk"

Kepala Bidang Cipta Karya Isa Hendra mengatakan, penyaluran air menggunakan SPAM mengalami gangguan karena normalisasi waduk.

Air Bersih dari Proyek SPAM Anambas Belum Maksimal ke Rumah Warga,
TRIBUN BATAM/TYAN
Pekerja saat memperbaiki pipa Sarana Prasarana Air Minum (SPAM) yang mengalami kebocoran di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan. Posisi Kepala UPTD SPAM secara definitif saat ini masih kosong. Foto diambil beberapa waktu lalu. Tribun/Septyan Mulia Rohman 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Air bersih dari Sarana dan Prasarana Air Minum (SPAM) belum mengalir ke rumah warga secara maksimal.

Warga di Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri masih saja menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hujan memang turun di Pulau Siantan beberapa hari kemarin. 

Kepala Bidang Cipta Karya Isa Hendra mengatakan, penyaluran air menggunakan SPAM mengalami gangguan karena normalisasi waduk, salah satunya di Gunung Lintang.

Warga Anambas Kesulitan Air Bersih, Anggota Dewan Langsung Semprot Abdul Haris: Perhatikan SPAM

Satu Pekan Pasca Hujan Turun, Warga Anambas Kesulitan Air Bersih, Angkut Air Pakai Drum

Krisis Air Bersih di Anambas Belum Maksimal Ditangani Pemkab Anambas Picu Pencurian Air

Penyaluran air bersih menggunakan mobil, dilakukan untuk mempermudah warga mendapatkan air bersih. 

"Untuk sementara, pelayanan kami terhenti. Mungkin dua atau tiga hari ini baru bisa dialirkan. Ada juga mobil yang mengantar air bersih. Yang penting tercukupi dulu kebutuhan warga," ujarnya ketika ditemui di lokasi bak penampungan air di Jalan Soekarno - Hatta Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan Senin (30/9/2019). 

Isa menjelaskan, mobil pengangkut air bersih disalurkan ke sejumlah lokasi seperti di Kelurahan Tarempa dan pemukiman penduduk di Tanjung. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) SPAM Siantan, Zulkarnain mengatakan, penyaluran air menggunakan SPAM belum optimal.

Penyebabnya kondisi waduk yang dalam normalisasi. 

Zul menyebut ada tambahan mesin baru untuk mendukung penyaluran air bersih ke rumah warga. 

Mesin pompa yang rusak pun, menurutnya sudah diperbaiki. 

Ia optimis setelah normalisasi waduk selesai, penyaluran air bersih ke rumah warga kembali lancar.

"Kita kan ada dua waduk yang masih dalam proses normalisasi. Karena waduk ini belum bisa menampung air, saat ini kami masih melakukan pendistribusian secara manual kepada warga," tutupnya.(tribunbatam.id/Rahma Tika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved