Breaking News:

KPK Perpanjang Masa Penahanan Kock Meng, Pengusaha Penyuap Gubernur Kepri Nurdin Basirun

Kasus suap dan gratifikasi terkait izin reklamasi di Kepri Gubernur (non-aktif) Kepri, Nurdin Basirun, terus berlanjut.

Tribunbatam.id/Dipa Nusantara
Kock Meng Saat Berada di Ruangan KPK, Ia resmi ditahan oleh KPK 

Kasus Suap dan Gratifikasi Izin Reklamasi Nurdin Basirun Berlanjut, Masa Penahanan Kock Meng Diperpanjang

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasus suap dan gratifikasi terkait izin reklamasi di Kepri Gubernur (non-aktif) Kepri, Nurdin Basirun, terus berlanjut.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperpanjang masa penahanan pengusaha asal Batam bernama Kock Meng.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (30/9/2019) malam.

Maling Bawa Sajam di Batam, Masuk Rumah Warga Lewat Jendela, Acungkan Pisau ke Pemilik Rumah

Warga Batuaji Resah, Remaja Nongkrong di Pencucian Motor Hingga Larut Malam, Minta Polisi Bertindak

"Masa penanahanan diperpanjang selama 40 hari dimulai tanggal 1 Oktober hingga 9 November 2019 mendatang," tulisnya via pesan Whatsapp.

Penahanan Kock Meng ini masih dalam pengembangan kasus suap perihal penerbitan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 20198/2019.

Diketahui, dalam prosesnya Kock Meng bersama Abu Bakar, tersangka lain, menyuap Nurdin Basirun untuk menerbitkan izin prinsip pemanfaatan ruang laut di Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, beberapa bulan lalu.

Kock Meng Tersangka.

Nama pengusaha asal Batam, Kock Meng, masih terus menjadi perbincangan beberapa warga di Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam.

Apalagi setelah statusnya berubah dari saksi menjadi tersangka belum lama ini.

 Produksi Sampah di Batam Capai 1000 Ton Sehari, Warga Batam Lakukan Aksi Gotong Royong Serempak

 Cerita Petugas Padamkan Api Karhutla, Temukan Ular Berkaki Tiga hingga Ditegur Beruang

Dari Febri pula Kock Meng diketahui akan menyulap lahan di sana untuk dijadikan sebuah resort dengan total lahan seluas 16,4 hektar.

Menyikapi hal ini, beberapa warga di kampung tua itu pun turut membuka suara.

Salah satunya Awang. Saat ditemui Tribun, Jumat (20/9/2019) sore, ia menyebut Kock Meng telah membeli lahan di sana dan mengganti rugi kelong milik nelayan sekitar untuk merencanakan proyek miliknya.

 Kronologi Suporter Persebaya & PSIS Semarang Merangsek Masuk Stadion, Panpel Ngaku Merugi

"Ada sebanyak 8 kelong laut, tak cuma satu. Katanya sih memang mau dibuat proyek untuk memancing ikan, kan tamunya banyak dari Singapura," ungkapnya.

Tak hanya itu, ia pun mengaku kaget saat KPK menyebut Kock Meng mengurus lahan seluas 16,4 hektar di wilayah tempat tinggalnya.

Baginya hal itu terasa mustahil. Bukan tanpa sebab, yang ia tahu Kock Meng 'hanya' memiliki lahan seluas 50X85 meter persegi.

"Tapi kalau memang seluas itu, habislah kampung tua kite nih. Luas kampung saja 16,6 hektar, sisa dua hektar. Mau jadi ape kami nih?" terangnya dengan logat Melayu kental.

Diakuinya, Kock Meng tak terlalu familier bagi warga di sana.

Namun, ia mengatakan, saat Kock Meng membeli kelong milik nelayan ditemani oleh Abu Bakar, tersangka di kasus suap Nurdin Basirun.

"Abu Bakar itu kerap mendampingi dia (Kock Meng) itulah. Yang kami tahu pertama kali beli lahan di sekitar situ malah Johanes Kodrat itu," sambungnya sambil menikmati angin laut di Tanjung Piayu.

 Inisiatif Perisai BPJS Ketenagakerjaan Raih Apresiasi Innovation Recognition Award dari ASSA

Namun beberapa warga juga kaget saat Johanes Kodrat turut dimintai keterangan oleh KPK perihal kasus yang membuat Nurdin Basirun harus ditahan KPK.

"Tak menyangka juga kami dua orang itu (Johanes Kodrat dan Kock Meng) turut diperiksa," pungkasnya.

Sebelumnya, Nurdin Basirun sendiri merasa dijebak dalam perkara suap dan gratifikasi ini.

Seperti penyampaian kuasa hukumnya kepada Tribun.

"Pak Nurdin bilang kesaya, kenapa sampai dijahatin seperti ini. Seperti jebakan ini," kata Andi Muhammad Asrun, kuasa hukum Nurdin dalam kasus ini.(tribunbatam.id/dipanusantara)

Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved