BINTAN TERKINI

Disdukcapil Bintan Bakal Data Ulang Penduduk Jelang Pilkada Serentak 2020

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bintan akan melakukan pendataan ulang jumlah data penduduk yang mempunyai hak untuk memilih.

Disdukcapil Bintan Bakal Data Ulang Penduduk Jelang Pilkada Serentak 2020
Tribunbatam.id
pilkada 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bintan akan melakukan pendataan ulang jumlah data penduduk yang mempunyai hak untuk memilih.

Langkah ini dilakukan guna untuk mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bintan dalam melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar tahun 2020 nanti.

Kadisdukcapil Bintan, Ismail menuturkan, langkah untuk pendataan ulang atau update kembali data penduduk yang memiliki hak pilih sebelum Pilkada bertujuan agar data pemilih tetap (DPT) yang akan digunakan dan ditetapkan KPU Bintan saat Pilkada 2020 nanti sesuai jumlah pemilih yang ada saat ini.

Sebab, bisa jadi setelah Pemilu serentak berlangsung pada 17 April 2019 lalu, sebagian penduduk mengalami pergeseran.

"Yakni ada yang pindah keluar dari Bintan, ada yang pindah tempat tinggal dan sebagainya," tuturnya, Selasa (1/10/2019).

KPU Batam Ajukan Dana Pilkada Rp 27 Miliar ke Pemko Batam

Lanjutnya, tidak hanya itu, pendataan ulang ini juga bertujuan untuk mengakomodir pemilih pemula yang memasuki umur 17 tahun di tahun 2019 dan tahun 2020 sebelum Pilkada di Bintan digelar.

Selain itu, juga dapat mengakomodir masyarakat yang baru memiliku e-KTP dan pendatang yang baru bertempat tinggal di Kabupaten Bintan.

"Jadi dengan dilakukan pendataan ulang ini, bisa mengakomodir pemilih di Bintan, agar hak pilihnya bisa di salurkan pada Pilkada nanti. Sehingga tidak menjadi golput," terangnya.

Ismail juga menambahkan, akan berkordinasi dengan KPU Bintan agar hak warganya untuk memilih pada Pilkada 2020 nanti bisa diakomodir dengan baik.

Khususnya bagi warga yang domisilinya di kabupaten Bintan ,tetapi dia tidak berada di titik lokasi tempat pemilih suara.

Seperti contoh ada warga yang berada di Bintan, sebelumnya mengurus e-KTP dan bertempat tinggal di Kijang, dan pindah ke Uban.

Namun karena domisilihnya belum di urus,sehingga warga tersebut harus kembali ke Kijang untuk memilih.

"Hal inilah yang harus diperhatikan lagi dari pengalaman Pemilu sebelumnya. Solusi apa yang akan dilakukan KPU Bintan, apakah membuat suatu ketetapan hanya berbentuk surat domisili sementara, apakah itu berbentuk hanya melapor saja dan lainya,"pungkasnya.

Ismail juga menghimbau agar masyarakat Bintan yang belum memiliki e-KTP untuk segera mengurus di Kecamatan masing-masing.

"Terkhusus kepada pemuda yang sudah memasuki usia 17 tahun ke atas, untuk segera melakukan pengurusan e-KTP," katanya. (tribunbatam.id/alfandi simamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved