Senin, 11 Mei 2026

Karimun Terkini

Pakai Tikar Duduk Lesehan, Warga Komplek Bukit Indah Karimun Nonton Bareng Film G 30 S PKI

Nobar tersebut disaksikan oleh para pemuda, tokoh masyarakat, dan warga sekitar dengan durasi pemutaran film 4 jam 30 menit

Tayang:
Tribunbatam.id/Elhadif Putra
Nobar film G30S PKI di Perumahan Bukit Indah Karimun. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Meskipun tidak ada imbauan resmi menonton film G30S PKI, namun sejumlah daerah tetap menggelar nonton bareng (nobar).

Dimana diketahui 30 September menjadi peristiwa kelam pemberontakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), atau yang kerap disebut dengan peristiwa G30S PKI.

Seperti yang dilaksanakan di Komplek Bukit IndKomplek Bukit Indah KarimunKomplek Bukit Indah Karimunah Karimun, RT 01 RW 03, Kelurahan Lubuk Semut, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun.

22 Foto Unik Aksi Unjuk Rasa Anggota AJI Kota Tanjungpinang di Lapangan Pamedan Ahmad Yani

Disdukcapil Bintan Bakal Data Ulang Penduduk Jelang Pilkada Serentak 2020

24 Rumah Digulung Puting Beliung, Warga Sintai Batam Belum Tersentuh Bantuan Apapun

Puluhan warga nobar film yang disutradarai Arini C Noer tersebut pada Senin (30/9) malam.

Tujuan dilaksanakan nobar adalah untuk mengingat kembali sejarah kelam bangsa Indonesia agar tidak dilupakan.

Nobar tersebut disaksikan oleh para pemuda, tokoh masyarakat, dan warga sekitar dengan durasi pemutaran film 4 jam 30 menit.

Ketua panitia kegiatan yang sekaligus koordinator komplek perumahan Bukit Indah Karimun Adhari Zulfajri mengatakan, sangat perlu untuk memberi pengetahuan tentang sejarah bagi generasi muda.

"Kita maksudkan pemutaran film ini untuk membangkitkan kembali semangat Nasionalisme selaku masyarakat Indonesia yang baik dengan mengenal sejarah," kata Adhari.

Selain itu diharapkan warga masyarakat dapat terhindar dari paham menyimpang yang dapat menggerus keutuhan NKRI.

"Kebetulan disini ada orang tua kita yang ikut menonton sembari menjelaskan sejarah Gerakan G30SPKI ini. Dengan begitu gerakan ini tidak akan terulang lagi," jelasnya.

Menurutnya, peristiwa G30SPKI patut dikenang karena dianggap sebagai sejarah kelam terhadap adanya gerakan yang ingin mengubah ideologi Pancasila.

"Pesan pentingnya adalah bagaimana kita tetap saling menjaga di dalam perbedaan karena kita adalah bangsa yang satu," ujarnya. (ayf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved