Selasa, 26 Mei 2026

Ancam Peternak Babi, Kementan Perketat Pengawasan ASF di Selat Malaka

Kementerian Pertanian lewat Badan Karantina Pertanian (Barantan) menggelar Rapat koordinasi keep Indonesia Free African swinne fever, Rabu (2/10).

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
tribunbatam.id/Leo Halawa
Ancam Peternak Babi, Kementan Perketat Pengawasan ASF di Selat Malaka 

Ancam Peternak Babi, Kementan Perketat Pengawasan ASF di Selat Malaka

TRIBUN BATAM.id, BATAM - Kementerian Pertanian lewat Badan Karantina Pertanian (Barantan) menggelar Rapat koordinasi keep Indonesia Free African swinne fever, Rabu (2/10).

Acara yang digelar di salah satu hotel berbintang di bilangan Jodoh, Batam, Kepri diikuti berbagai instansi terkait. TNI-Polri dan pemangku kepentingan lainnya

Tujuan rakor itu adalah terus lakukan upaya pengawasan dan pencegahan masuknya virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika ke Indonesia.

Pasalnya berdasarkan laporan dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau OIE hampir semua negara di benua Asia sudah terkena.

Diantaranya Mongolia (Januari 2019), Vietnam (Pebruari 2019), Kamboja (Maret 2019), Hongkong (Mei 2019), Korea Utara (Mei 2019), Laos (Juni 2019), Myanmar (agustus 2019), Philipina (Agustus 2019) dan yang terbaru adalah Timor Leste (September 2019).

Jadi Walikota dan Kepala BP Batam, Rudi Punya 2 Kantor, Ruangan Kepala BP Batam Tidak Akan Berubah

Ide Plt Gubernur Kepri, Akan Beri Reward Case Money Bagi Desa yang Bisa Kelola Dana Desa

“Di sini kita punya peternakan babi besar, ekspornya tahun lalu mencapai 271.000 ekor, tentunya ini menjadi ancaman serius,” kata Agus Sunanto, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Barantan saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Pengawasan dan Pencegahan Pemasukan Penyakit ASF ke Indonesia di Batam, Kepri (2/10).

Koordinasi tersebut terutama dilakukan guna mengantisipasi masuk dan tersebarnya ASF tersebut lewat lalulintas orang dan barang baik melalui pelabuhan resmi maupun pelabuhan yang belum diawasi terutama di wilayah Kepulauan Riau dan Selat Malaka.

Barantan menggandeng semua unsur pemerintah pusat dan daerah bahkan otoritas karantina Singapura dan Malaysia untuk bersama mencegah meluasnya wabah penyakit ASF tersebut.

Bahaya Bagi Peternak Babi

Menurut Agus, ASF sendiri disebabkan oleh virus DNA genus Asfivirus, familia Asfaviridae dapat berakibat pada kesakitan dan kematian atau mortalitas pada ternak babi hingga mencapai tingkat 100 persen.

Menurutnya, mewabahnya penyakit ASF di dua berbagai negara saat ini dapat berdampak pada aspek sosial dan ekonomi di Indonesia. Kematian akibat ASF akibat virus (virulensi moderate) 30-70 persen hingga 100 persen dari populasi. “Angka tersebut tentunya sangat merugikan petani atau peternak kita, juga berakibat fatal untuk nilai ekspor secara nasional," tegasnya.

Pengawasan Karantina di Perbatasan

Agus menjelaskan, Barantan sendiri melakukan pengawasan lalulintas komoditas pertanian. Atau media pembawa dan juga makanan sisa dan sampah dari luar negeri di pelabuhan, dan bandara yang sudah di tetapkan. Untuk wilayah Kepulauan Riau sendiri ada tiga unit kerja yang melakukan pengawasan yaitu Karantina Batam, Karantina Tanjung Pinang dan Karantina Tanjung Balai Karimun.

Yang meliputi wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Tanjung Batu, Moro, Parit Rempak, Sri Bintan Pura, Sri Payung Batu Enam, Sri Bayintan Kijang, Tanjung Uban, Pulau Bulan, Lagoi, Pelantar II, Batu Ampar, Telaga Punggur, Sekupang, Batam Centre, da. Harbour Bay, juga Bandara Raja Haji Fisabilillah, Hang Nadim serta Kantor Pos Tanjung Pinang dan Batam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved