Selasa, 26 Mei 2026

Ancam Peternak Babi, Kementan Perketat Pengawasan ASF di Selat Malaka

Kementerian Pertanian lewat Badan Karantina Pertanian (Barantan) menggelar Rapat koordinasi keep Indonesia Free African swinne fever, Rabu (2/10).

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
tribunbatam.id/Leo Halawa
Ancam Peternak Babi, Kementan Perketat Pengawasan ASF di Selat Malaka 

Menurutnya, penyebaran virus ASF dapat melalui daging, produk olahan daging babi yang diproses dengan pemanasan yang tidak cukup. Juga melalui sisa-sisa katering dan sisa makanan bawaan penumpang dan awak kabin dalam alat angkut transportasi internasional baik moda kapal laut ataupun pesawat udara yang diolah dan dijadikan sebagai campuran pakan atau swill feeding

Virus ASF juga dapat terbawa oleh peternak atau petugas kesehatan hewan yang terkontaminasi seperti sepatu, baju dan lain-lain.

Menurut Agus, upaya pengawasan yang dilakukan Barantan tentu harus di lakukan bersama-sama oleh semua pihak. Oleh karenanya Jamil berharap semua komponen baik lingkup bandara dan pelabuhan, serta Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan juga turut berperan aktif. “Terutama pintu-pintu yang tidak diawasi, ini sangat beresiko,” ungkapnya.

Kerawanan Perbatasan

Donni Muksidayan, Kepala Karantina Tanjungpinang, yang juga hadir dalam acara tersebut menjelaskan jumlah pintu pemasukan yang tidak diawasi atau jalur ilegal di Kepulauan Riau, jumlahnya mencapai ratusan pelabuhan. Meski sering dilakukan operasi bersama Patuh Karantina yang melibatkan berbagai unsur di pelabuhan, namun lokasi-lokasi tersebut tetap kerap dijadikan lokasi distribusi barang dan orang antar pulau bahkan dari luar negeri.

Lokasi tersebut diantaranya seperti Pelabuhan Dompak Lama, Pelabuhan Sei jang, Pelabuhan Sei Kecil, dan Pelabuhan Barek Motor. Oleh karena itu Donni berharap, kerjasama dengan instansi terkait agar menertibkan aktifitas tersebut demi mencegah masuknya hama penyakit terutama dari luar negeri seperti ASF yang kini tengah mewabah.

H. Muhammad Rudi, Walikota Batam yang juga hadir dalam acara tersebut juga sependapat dan berkomitmen akan bekerjasama dengan Barantan guna meningkatkan pengawasan terhadap lalulintas barang dan orang yang ada di wilayahnya, juga siap memberikan fasilitas yang dibutuhkan dalam upaya tersebut.

Meski dibatasi wilayah perairan, namun lalulintas kapal yang melalui pintu atau tempat yang tidak diawasi menjadikan resiko yang tinggi masuknya hama penyakit. Menurut Agus, perlu juga adanya kesadaran masyarakat bahwa membawa makanan yang berpotensi membawa virus ASF juga harus diwaspadai. "Jadi kalau mau bawa makanan, lengkapi dokumennya, pastikan aman, atau tidak sama sekali, resikonya tinggi," pungkasnya.

 Hadir dalam acara itu narasumber antara lain drh. Agus Sunanto, MP Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Pertanian, H. Muhammad Rudi, SE, MM. - Walikota Batam dan Drh. Donni Muksydayan, M.Si. - Kepala BKP Kelas II Tanjungpinang.(tribunbatam.id/leo halawa)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved