Jumat, 24 April 2026

Bahas Soal Papua, Mahfud MD Bersama Sejumlah Tokoh Temui Try Sutrisno

Mahfud MD bersama para tokoh juga mendengarkan pandangan-pandangan yang terfokus pada masalah konflik di Papua dari Try Sutrisno.

Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaaan Mahfud MD bersama para tokoh Gerakan Suluh mungunjungi kediaman Wakil Presiden RI Jenderal (Purn) Try Sutrisno di Wisma Pertahanan, Jl Imam Bonjol No 30 Jakarta, Kamis (3/10/2019) sore. 

Khofifah mengatakan, keputusan untuk memulangkan warganya dari Wamena itu supaya terhindar dari kerusuhan yang terjadi.

“Jadi sesuai dengan kapasitas hercules kita ingin memberikan perlindungan evakuasi kepada terutama warga Jatim, di dalam rombongan ini tidak semua warga Jatim tetapi bahwa mereka siapapun harus mendapatkan perlindungan keamanan dan mereka harus terproteksi,” katanya.

Sebelum diantar ke kampung halaman masing-masing, semua rombongan dibawa Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) yang ada di Kota Malang.

Di sana akan dipersiapkan proses pemulangannya.

“Kita akan mengantarkan mereka sampai di titik di mana mereka akan berkumpul bersama keluarga mereka. Kemudian menyampaikan informasi ini kepada seluruh dinas sosial sehingga ada berita acara kepada dinas sosial masing-masing kota dan kabupaten,” katanya.

Sementara itu, kepulangan warga Jawa Timur dari Wamena akibat kerusuhan yang terjadi di daerah itu.

Seluruh bangunan miliknya habis dibakar. (Kontributor Malang, Andi Hartik)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: 120 Warga Jatim Pengungsi Wamena Tiba di Malang

Warga yang ingin pulang ke Sulsel disediakan kapal laut

Pemerintah tidak hanya mengerahkan pesawat Hercules milik TNI AU saja untuk mengangkut warga yang ingin tinggalkan Wamena, Papua.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan kapal laut milik Pelni juga dikerahkan untuk mengakomodir para warga.

Menurut dia, ada puluhan ribu pengungsi dari berbagai daerah di Indonesia yang akan meninggalkan Wamena pascakerusuhan terjadi.

“Selain menggunakan pesawat Hercules untuk mengevakuasi korban, pemerintah pusat juga telah mengirimkan kapal Pelni untuk mengantarkan korban ke beberapa daerah di Indonesia,” kata Andi, Rabu (2/10/2019).

Mengenai korban asal Sulawesi Selatan, kata Andi Sudirman, sebagian besar mereka tetap memilih tinggal di Wamena karena berbagai alasan.

Antara lain sebab telah menikah dengan penduduk asli, telah memiliki pekerjaan dan memiliki usaha di Jayapura.

Ratusan pengungsi hendak dievakuasi. Sejak 23 September hingga Senin (30/09), TNI Angkatan Udara telah mengevakuasi 4.588 orang dari Wamena ke Jayapura menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU.
Ratusan pengungsi hendak dievakuasi. Sejak 23 September hingga Senin (30/09), TNI Angkatan Udara telah mengevakuasi 4.588 orang dari Wamena ke Jayapura menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU. (BBC/ENGGEL WOLLY)
Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved