Petani Bintan Keluhkan Pupuk Subsidi yang Kurang, Ini Jawaban Wabup Dalmasri Syam

Dalmasri meminta kepada para petani untuk melengkapi sejumlah administrasi, salah satunya Kartu Keluarga (KK).

Petani Bintan Keluhkan Pupuk Subsidi yang Kurang, Ini Jawaban Wabup Dalmasri Syam
tribunbatam.id/istimewa
Evaluasi kebutuhan pupuk subsidi petani yang dibuat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan di aula Pasar Tani, Kelurahan Toapaya Asri Kecamatan Toapaya Kamis (3/10). 

TRIBUNBATAM.id,BINTAN - Kelompok tani di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri mengeluhkan kurangnya pupuk subsidi.

Alokasi pupuk subsidi di tahun 2019 sebesar 74 ton, tidak sebanding dengan kebutuhan pupuk yang diminta petani sebesar 740 ton.

Keluhan petani ini didengar langsung Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam.

Pemerintah Daerah menurutnya berupaya memenuhi kebutuhan pupuk subsidi untuk petani.

Dalmasri juga meminta kepada para petani untuk melengkapi sejumlah administrasi, salah satunya Kartu Keluarga (KK).

Ini penting karena pendataan yang dilakukan berhubungan dengan bantuan yang diberikan.

Hadiri Temu Tokoh Lintas Agama, Ini Harapan Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam

Modus Ajak ke Gubuk dan Iming-imingi Uang Rp 5 Ribu, Petani di Lampung Tega Cabuli 2 Bocah

Alokasi Pupuk Subsidi di Bintan Belum Merata

"Saya juga meminta agar petani tidak telat melakukan pembayaran jika pupuk subsidi sudah ada. Karena akan berpengaruh terhadap kuota yang akan diberikan selanjutnya," ucap Dalmasri Kamis (3/10).

Dalmasri yang hadir dalam evaluasi kebutuhan pupuk bersubsidi di aula Pasar Tani,Kelurahan Toapaya Asri Kecamatan Toapaya menyampaikan pentingnya ada penyuluh pertanian.

Penyuluh pertanian ini berguna untuk menampung keluhan dan kebutuhan subsidi petani, termasuk perpanjangan tangan Pemerintah.

"Penyuluh petani memang sudah ada, tapi baru di beberapa kecamatan saja. Makanya perlu ditambah,” ujarnya.

Dalmasri juga berharap hasil evaluasi yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, bisa menampung sejumlah keluhan para petani.

Baik itu soal pupuk bersubsidi dan hal lainnya.

"Nah nanti dibuat rekap hasil diskusi ke Pemkab untuk dilanjutkan ke Provinsi,"tutupnya.(tribunbatam.id/alfandisimamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved