Polisi Thailand Tangkap Seorang Pria Gara-gara Tagar di Facebook

Penangkapan itu terjadi setelah pria itu yang membuat tagar #royalmotorcade setelah tentang iring-iringan mobil kerajaan membuat macet lalulintas

Polisi Thailand Tangkap Seorang Pria Gara-gara Tagar di Facebook
The Pioneer
Ilustrasi Facebook 

TRIBUNBATAM.ID, BANGKOK - Kepolisian Thailand menangkap dan menuntut seorang pria gara-gara tagar yang dibuatnya di Facebook.

Menurut polisi cyber Thailand, Selasa (8/10/2019), pria tersebut memposting "konten yang tidak pantas" secara online, meskipun sebenarnya tagar yang dibuat itu biasa-biasa saja.

Penangkapan itu terjadi setelah pria itu yang membuat tagar #royalmotorcade setelah tentang iring-iringan mobil kerajaan membuat macet lalulintas di Bangkok.

Namun pengacara pria itu membantah tuduihan bahwa kliennya telah mengkritik keluarga kerajaan --yang termasuk hal yang paling sensitif  di negara itu, demikian dilaporkan Reuters.

Polisi Sampai Takjub Temukan Pengendara dengan Plat Nomor Tercantik, Ini Cerita Unik di Baliknya

Premium dan Pertalite Langka di Batam, Pertamina Salahkan Mobil Mewah Seharusnya Pakai Oktan 90

Polisi Bongkar Kasus Prostitusi di Cipanas, Sita Mobil, Uang Tunai hingga Kondom

Tersangka - diidentifikasi sebagai Karn Pongpraphapan yang berusia 25 tahun oleh pengacaranya - tidak didakwa di bawah undang-undang lese majeste Thailand yang secara tegas melarang penghinaan terhadap keluarga monarki tersebut.

Uniknya, pria ini ditangkap di bawah undang-undang kejahatan dunia maya yang dianggap mengganggu keamanan nasional.

Polisi hanya merujuk hashtag #royalmotorcade secara tidak sengaja dalam mengumumkan penangkapan kepada media.

"Selama minggu lalu, aktor jahat telah memulai tagar yang tidak pantas di media sosial, memposting konten yang tidak pantas di Facebook karena merupakan ujaran kebencian," kata Siriwat Deepor, wakil kepala Divisi Penindasan Kejahatan Teknologi tanpa menguraikan konten tersebut.

Polisi mengatakan orang yang mereka tangkap telah melanggar bagian dalam Computer Crime Act yang menghukum siapa pun yang "mengunggah data komputer yang memengaruhi keamanan nasional".

Pria itu diancam lima tahun penjara.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved