Tahu InsightID? Telusuri Akun Ini, Buzzer Indonesia yang “Ditendang” Facebook
Facebook menghapus laman-laman yang berkaitan dengan isu Papua. Salah satunya InsightID.
InsightID membelanjakan uang sekitar $300.000 (Setara Rp 4,2 miliar) untuk iklan Facebook berbayar.
"Kami terus bekerja untuk mendeteksi dan mencegah aktivitas semacam ini karena kami tak mau layanan kami dimanipulasi orang. Kami menurunkan laman, grup, dan akun berdasarkan aktivitas mereka, bukan kontennya," kata David Agranovich.
Kantor berganti nomor
Kompas.com mencoba menelusuri jejak InsightID untuk mendapatkan konfirmasi atas langkah yang diambil Facebook.
Informasi yang didapat Kompas.com, kantor InsightID terletak di kawasan Jalan Bangka, Jakarta Selatan, dengan nomor rumah 21A.
Di Google Street View, rumah yang dimaksud berada persis di sebelah warung makan, dengan pagar hitam dan tembok putih. Di tembok samping pagar tertera nomor 21A.
Google memiliki lima foto rumah itu yang diambil pada 2013, 2015, 2017, 2018, dan Januari 2019. Nomor rumah tak berubah, 21A.
Namun ketika Kompas.com mengunjungi rumah itu pada Selasa (8/10/2019) malam, nomor rumah 21 A yang terbuat dari besi berganti menjadi 21B. Lokasi, pagar, dan temboknya sama persis.
Rumah itu gelap. Hanya ada satu lampu menyala di pojok kanan lantai dua. Tak ada yang menjawab panggilan.
Padahal, rumah di sebelahnya juga bernomor 21B. Penghuni rumah sebelah menyebut rumahnya selalu bernomor 21B. Soal rumah sebelah bernomor 21 A, ia mengaku tak tahu.
Begitu pula kesaksian tukang parkir yang beroperasi di depan rumah itu. Ia menyebut rumah itu kosong dan tak tahu menahu soal operasional sehari-hari di rumah itu.
• Kecewa Tak Ketemu Kadisperindagin Tanjungpinang, Mahasiswa Ancam Bawa Massa Lebih Banyak
Siapa di balik InsightID?
Kompas.com juga mendapat informasi mengenai tiga orang beserta nomor telepon mereka yang disebut berada di balik operasional InsightID.
Nomor telepon ketiga nama yang diduga pendiri serta pengelola InsightID yakni P, A, dan F tak bisa dihubungi. Panggilan dialihkan dan mereka tak menjawab.
Satu nomor yang Kompas.com coba hubungi, atas nama F, aktif di WhatsApp. Kendati online dan membaca pesan, F tak membalas pesan.
Nomor lain tak ada yang menggunakan Whatsapp.
Kompas.com juga mendapat informasi ketiganya merupakan teman seangkatan dari salah satu kampus di Jakarta.