Kamis, 16 April 2026

Dilirik Malaysia, Presdir ATB Jadi Pembicara di Forum Internasional MIWC 2019

Sistem ini mampu mengintegrasikan hampir semua lini produksi, distribusi, pengelolaan kebocoran hingga pelayanan pelanggan.

ist
Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto, menjadi pembicara undangan di Malaysia International Water Convention (MIWC) 2019, Selasa (1/10) lalu, di Kuala Lumpur, Malaysia. MIWC merupakan wadah berkumpulnya para pemimpin air dari kota, industri, dan utilitas di seluruh dunia. 

TRIBUNBATAM.id - Sistem teknologi informasi ATB Enterprise System (AES) berbasis teknologi 4.0 yang telah diterapkan ATB dalam pengolahan air rupanya dilirik hingga ke kancah internasional.

Sistem ini mampu mengintegrasikan hampir semua lini produksi, distribusi, pengelolaan kebocoran hingga pelayanan pelanggan.

Sistem ini dibangun sendiri oleh ATB dan merupakan satu-satunya di Indonesia.

ATB telah menjadi perusahaan pionir dalam hal implementasi teknologi industri 4.0 di pengelolaan air bersih. Perusahaan ini telah menerapkan Smart Water Management System dan menjadi Smart Water Company sejak tahun 2012 silam.

Berkat inovasi tersebut, Presiden Direktur PT. Adhya Tirta Batam (ATB), Benny Andrianto, pun diundang menjadi pembicara di Malaysia International Water Convention (MIWC) 2019, Selasa (1/10) lalu. Dalam kesempatan ini, Benny memperkenalkan paradigma baru dari SCADA 4.0 dalam revolusi industri 4.0.

MIWC merupakan wadah berkumpulnya para pemimpin air dari kota, industri, dan utilitas di seluruh dunia. Forum ini fokus pada diskusi dan komunikasi dalam hal mencapai terobosan nyata di industri utilitas air bersih.

Bidik Bisnis Kos-kosan, Oyo Life Tawarkan 2.500 Kamar

Ada Promo E-commerce di Pesta Belanja Online 10.10 Hari Ini, Jangan Ketinggalan

 

Tahun ini, MIWC fokus membahas tentang penerapan revolusi 4.0 di industri pengolahan air bersih. Dalam ceramahnya, Benny menegaskan, bahwa implementasi teknologi informasi di pengelolaan air dapat membantu efisiensi. Baik dari segi produksi, maupun bisnis.

Menurut Benny, saat ini industri pengolahan air bersih tengah berada di ambang transformasi besar. Bagi industri yang siap, perubahan ini akan jadi peluang untuk mengembangkan perusahaan lebih besar. Namun, bagi yang tidak siap, transformasi ini cenderung akan jadi ancaman.

Kunci utamanya adalah bagaimana perusahaan menguraikan resistensi terhadap inovasi teknologi dan cara-cara kerja baru. Dengan itu, perusahaan utilitas air bersih bisa berkembang menjadi lebih sukses, berkelanjutan, dan murah.

“Anda bisa berbuat banyak hal dengan sumber daya yang sangat efisien,” ujar Benny.

Selain mampu mengintegrasikan hampir semua lini produksi, distribusi, dan pengelolaan kebocoran, teknologi AES ini memampukan ATB untuk sistem remote dalam sejumlah aktifitas lapangan, sehingga ATB bisa melakukan kendali jarak jauh.

Tidak sebatas mengontrol proses teknis di lapangan dan pelayanan pelanggan, pemanfaatan teknologi juga memudahkan ATB membuat rencana jangka pendek dan jangka panjang.

Data yang dikumpulkan ATB melalui sistem tersebut dikelola dan dianalisa untuk mempelajari pola dan kebiasaan. Dengan demikian, ATB telah memiliki proyeksi penggunaan dan kebutuhan air pada masa mendatang.

“Ini akan sangat menguntungkan, karena ATB bisa membuat langkah-langkah prefentif untuk meminimalisir terjadinya potensi masalah,” jelasnya.

Teknologi inilah yang kemudian menjadi kunci ATB meraih sejumlah prestasi. Salah satu yang paling membanggakan adalah kemampuan ATB mengelola keterbatasan sumber daya air baku yang terbatas di Batam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved