Dilirik Malaysia, Presdir ATB Jadi Pembicara di Forum Internasional MIWC 2019
Sistem ini mampu mengintegrasikan hampir semua lini produksi, distribusi, pengelolaan kebocoran hingga pelayanan pelanggan.
Salah satu caranya adalah dengan mengelola kebocoran dengan efisien. ATB mampu menekan angka kebocoran hingga 16,7 persen pertahun. Ini merupakan kebocoran air terkecil di Indonesia. Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) mencatat, rata-rata kebocoran air Nasional masih 33,16 persen.
"Defisit ketersediaan air baku menjadi ancaman, termasuk di Batam. Tapi karena kita bisa efisien, maka kita masih mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk seluruh Batam hingga hari ini," ujar Benny.
Berkat inovasi berbasis teknologi informasi itu, ATB mampu menjadi perusahaan air bersih nomor satu di Indonesia. Saat ini cakupan pelayanan ATB telah mencapai 99,7 persen. Kebocoran sekitar 16,7 persen. Kontinuitas pengaliran 23.7 jam perhari dan Rasio karyawan perseribu pelanggan cuma 2,14.
Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus mengatakan, peran ATB dalam event kali ini membuktikan kapasitas ATB sebagai perusahaan yang telah diakui dunia internasional. ATB dianggap mampu berptransformasi menjadi perusahaan paling efisien dengan bantuan teknologi.
“Ini menunjukan bahwa ATB adalah perusahaan yang diperhitungkan. Bukan hanya di lingkup nasional, tapi juga regional,” jelasnya.
Menurutnya, ATB masih akan meningkatkan kualitasnya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Batam. Tidak hanya itu, ATB juga rutin berbagi pengalaman dengan perusahaan air bersih di Indonesia dan luar negeri untuk mendorong penerapan teknologi industri 4.0 dalam perusahaan air bersih.
“Yang paling penting, ATB ingin seluruh perusahaan air bersih di Indonesia juga efisien. Sehingga kebutuhan dasar warga bisa terpenuhi dengan baik,” tuturnya. (Sarma Haratua Siregar/ Corporate Secretary)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/presiden-direktur-atb-benny-andrianto-menjadi-pembicara.jpg)