Selasa, 19 Mei 2026

Sepak Terjang Arteria Dahlan yang 'Hardik' Prof Emil Salim, Pengacara & Pernah Mengumpat Kemenag

Arteria Dahlan disorot usai videonya saat berdialog dengan Prof Emil Salim viral dan trending di media sosial sosial Twitter.

Tayang: | Diperbarui:
@trans7
Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan menjadi trending topik setelah video dia membentak-bentak Prof Emil Salim dan menyebut Emil Salim sesat viral di media sosial, Kamis (10/10/2019) pagi ini. Arteria Dahlan jadi trending topik nomor 1 Kamis sekitar pukul 05:30 

Pria kelahiran Jakarta, 7 Juli 1975 tersebut pernah menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum Ketata Negaraan Universitas Indonesia (UI) pada 2012-2014.

Arteria Dahlan menjabat sebagai pemilik Arteria Dahlan Lawyers sejak tahun 2009.

Mengutip dari dpr.go.id, Arteria Dahlan juga menjadi partner di kantor hukum Bastaman & Co tahun 2005-2009.

Arteria lalu juga menjadi senior lawyer di kantor hukum tersebut tahun 2002-2005.

Pada 2000-2002, Arteria Dahlan bekerja di kantor hukum Hutabarat, Halim & Rekan sebagai lawyer.

 

Pernah menempuh pendidikan di UI, Arteria juga sempat menjabat sebagai dewan penasehat di Lembaga Kajian Keilmuan FH UI pada tahun 1999-2015.

Dari penelusuran Tribunnews, Arteria Dahlan selama ini memang dikenal vokal.

Ia kerap melayangkan pernyataan yang cukup pedas saat menjabat jadi anggota DPR.

Satu pernyataan Arteria Dahlan yang kontroversial yakni saat ia mengumpat kepada Kementerian Agama.

Pada tahun 2018, fraksi PDI-P tersebut sempat menjadi sorotan setelah mengeluarkan umpatan kasar yang dinilai tak memperlihatkan harkat dan martabat DPR.

Umpatan kasar yang dilontarkan Arteria Dahlan terjadi saat Komisi III menggelar rapat membahasa kasus Firsr Travel.

Rapat tersebut digelar bersama dengan Kejaksaan Agung dan Kementerian Agama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (28/3/2018).

Kasus First Travel memang sempat menghebohkan masyarakat tahun lalu.

Biro perjalanan umrah tersebut melakukan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah sebanyak 63.310 anggota calon jemaah dengan dana total Rp 905 miliar.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved