Mengapa Harga BBM Subsidi Lebih Mahal di Batam, Ini Alasan Pihak Pertamina
Marketing Branch Manager Wilayah Kepri, Awan Raharjo mengatakan perbedaan harga ini dikarenakan Pajak atas Penggunaan Bahan Bakar Kendaraan b Bermotor
Hendra Tanyakan Harga BBM Non Subsidi Lebih Mahal Di Batam, Ini Alasannya
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Hendra Asman menanyakan langsung kepada pihak PT Pertamina bahwa harga BBM Non Subsidi lebih mahal di Batam. Jika dibandingkan dengan wilayah lain.
"Iya pak apakah benar harga BBM Non Subsidi kita lebih mahal disini dari seluruh Indonesia," ujar Hendra di ruangan Komisi II DPRD Kota Batam belum lama ini.
Hendra juga meminta alasan yang kuat kenapa harga BBM non subsidi lebih mahal di Batam. Hal ini direspon langsung perwakilan PT Pertamina.
• 3 Kampung Tua di Batam Akan Dapat SHM, Presiden Jokowi yang Akan Bagikan Langsung ke Masyarakat
• Tak Mau Kecolongan, DKPP Periksa Babi Terrnak di Bintan
Marketing Branch Manager Wilayah Kepri, Awan Raharjo mengatakan perbedaan harga ini dikarenakan Pajak atas Penggunaan Bahan Bakar Kendaraan b Bermotor (PPBKB) di Kota Batam sebesar 10 persen.
"PPBKB itu adalah pajak kendaraan bermotor yang memang dikenakan kepada bahan bakar yang dipakai untuk sebuah transportasi. Di Kepri memang ditetapkan PPBKB 10 persen," ujar Awan kepada Tribun, Kamis (11/10/2019).
• Kisah Rh Sebelum Diciduk Polisi. Ambil Langsung Dari Aceh, Santuy Gantung Ganja di Setang Motor
• Turis Korea Ikut Nonton Lomba Marching Band di Engku Putri Batam, Begini Keseruannya
Diakuinya pihaknya juga tak menyalahkan tarif PPBKB ini ketinggian. Pasalnya Pajak Pertambaha Nilai (PPN)nya sendiri 0 persen karena Free Trade Zone.
"Kalaupun kita lihat harga BBM subsidi tertinggi se Indonesia tapi tak begitu jauh juga perbedaannya. Pertalite di Batam sekitar Rp 8000 per liter. Didaerah lain sekitar 7600 sampai 7800 perliter. Kalau kita makan pun di Jawa sama di Batam berbeda. Direstoran merek yang sama misalnya harga di Batam lebih mahal. 1 bulan di Batam kaget karena berbanding dengan Singapura," paparnya.
Sementara itu, terkait harga bahan baku BBM non subsidi lebih mahal di Batam ia tampak enggan berkomentar. Awan hanya berfokus kepada tingginya pajak bahan bakar.
"Biaya PPBKB ini lebih mahal juga karena pembangunan di Batam lebih cepat. Jalan-jalan di Kota Batam hampir bebas macet, lebar-lebar, mulus-mulus. Ini hasil pajak yang kita bayarkan sama-sam," katanya. (tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/09102019antrean-bbm-premium-solar-di-spbu-batam.jpg)